Goenawan Muhammad Sindir Anak-anak Soeharto, 'Kaya Raya Bukan Karena Jualan Martabak'

Sastrawan Goenawan Mohammad menyindir anak-anak Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.

Goenawan Muhammad Sindir Anak-anak Soeharto, 'Kaya Raya Bukan Karena Jualan Martabak'
Tribunnews.com
Goenawan Mohamad 

TRIBUNKALTIM.CO - Sastrawan Goenawan Mohammad menyindir anak-anak Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @gm_gm yang ia tuliskan pada Selasa (11/6/2018).

Mulanya, ia ia menuliskan anak-anak Soeharto yang memiliki sejumlah bisnis.

Bahkan ia membandingkan anak Soeharto dengan anak Presiden Jokowi yaitu Kaesang dan GIbran yang jualan martabak dan pisang goreng.

Goenawan Mohammad menyebut jika anak Soeharto kaya karena memiliki kekuasaan menopoli bisnis.

Baca: Sudah Final! KPU Kaltim Tetapkan Tempat Ini Sebagai Arena Debat Terakhir Pilgub Kaltim

Goenawan Mohamad
Goenawan Mohamad (TRIBUNNEWS.COM)

Baca: Pedagang Barang Antik di Bandung Gelar Ulang Tahun ke 2 Ahmad Dhani tak Bayar Hutang

Setelah itu, Goenawan Mohammad menyebutkan berbagai bisnis anak Soeharto.

Lantaran, anak Soeharto memegang kekuasaan, maka pesaing lainnya harus memilih untuk bergabung.

Kemudian, Goenawan Mohammad juga menarik peristiwa tersebut dnegan kejadian di zaman VOC.

"1. Bagaimana putra-putri Suharto bisa sedemikian kaya raya? Bukan karena jualan martabak dan pisang goreng dan kerja keras. Tapi karena punya kekuasaan monopoli bisnis. 

2. Dari jeruk sampai dengan industri otomotif, dari cengkih sampai dgn kayu dan terigu: keluarga Suharto pegang dan/atau dapat bagian.

3. Pebisnis dan industrialis lain harus menyingkir —atau bergabung. Apa yg kemudian disebut “nepotisme” dan “kroniisme” (konco-isme) dlm bisnis merajalela.

Halaman
123
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved