Pasukan Asing Tetap Diserang

Setelah 17 Tahun Perang, Taliban Bersedia Gencatan Senjata demi Idul Fitri

Setelah berperang selama 17 tahun, kali ini Taliban Afghanista bersedia untuk melakukan gencatan tiga hari tanpa syarat. Mengapa?

Setelah 17 Tahun Perang, Taliban Bersedia Gencatan Senjata demi Idul Fitri
BBCIndonesia
Gerakan Taliban berkuasa di Afghanistan pada 1996 dan bertahan selama lima tahun sebelum ditumbangkan oleh koalisi pimpinan AS. 

AFHANISTAN-- Kelompok Taliban mengumumkan gencatan senjata tiga hari dengan tentara pemerintah Afghanistan untuk menghormati perayaan Idulfitri pekan ini.

Beberapa hari sebelumnya pemerintah Afghanistan meminta Taliban untuk berhenti melakukan serangan selama warga Afghanistan merayakan hari raya mulai 27 Ramadan atau Selasa (12/06) pukul 00.01.

Bagi Taliban ini adalah gencatan senjata pertama sejak pemerintah yang mereka bentuk ditumbangkan oleh invasi pimpinan Amerika Serikat pada 2001.

Taliban mengatakan selama hari raya mereka tidak akan melakukan serangan, kecuali serangan dengan sasaran pasukan asing.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, mengatakan gencatan senjata ini adalah kesempatan bagi Taliban untuk 'menyadari bahwa aksi-aksi kekerasan yang mereka lakukan tidak mendapatkan simpati rakyat dan makin membuat mereka terasing'.

Gerakan Taliban berkuasa di Afghanistan pada 1996 dan bertahan selama lima tahun sebelum ditumbangkan oleh koalisi pimpinan AS.
Gerakan Taliban berkuasa di Afghanistan pada 1996 dan bertahan selama lima tahun sebelum ditumbangkan oleh koalisi pimpinan AS. (BBC Indonesia)

Pemerintah Afghanistan menegaskan gencatan senjata hanya belaku bagi kelompok Taliban dan tentara pemerintah akan tetap menggelar operasi militer terhadap kelompok militan lain di negara tersebut seperti kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Baca: Taliban Pakistan Rilis Majalah Khusus dan Menyeru Perempuan untuk Perluas Jaringan Serta Berjiahat

Baca: Taliban Serbu Pangkalan Militer Afganistan, 26 Tentara Tewas dan 13 Prajurit Terluka

Baca: Jenderal AS Yakin Rusia Pasok Senjata untuk Taliban Afganistan

Mengapa baru sekarang? Gencatan senjata tanpa syarat ditetapkan pemerintah menyusul pertemuan dengan sejumlah ulama yang beberapa hari lalu mengeluarkan fatwa bahwa aksi-aksi kekerasan kelompok militan tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Ulama menjadi sasaran serangan bunuh diri ISIS di Kabul pekan lalu yang menewaskan 14 orang.

Taliban tidak memberikan penjelasan mengapa mereka menyepakati gencatan senjata. Pernyataan yang dikeluarkan hanya menyebutkan bahwa mereka mempertimbangkan untuk membebaskan tawanan perang selama para tawanan setuju untuk tak lagi memerangi mereka.

Ketika Taliban berkuasa, kaum perempuan diwajibkan memakai pakaian yang menutup seluruh badan dan wajah.
Ketika Taliban berkuasa, kaum perempuan diwajibkan memakai pakaian yang menutup seluruh badan dan wajah. (BBCIndonesia)

Baca: Sultan Ibrahim Ismai Mengatakan Johor Bukan Negara Taliban

Baca: Trump Putuskan Tambah 3900 Tentara AS di Afganistan Untuk Melawan Taliban

Baca: Taliban Kirim Surat Peringatan Terbuka Agar Trump Tidak Kirim Pasukan Tambahan ke Afganistan

Hal lain yang mereka sampaikan adalah gencatan senjata tak berlaku jika mereka diserang dan dalam situasi ini, mereka akan membela diri.

Halaman
12
Editor: Priyo Suwarno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved