Pelaku Oknum Call Center

Grab Kecolongan Rp 1 Miliar Uang Insentif untuk 3.007 Pengemudi

Operator transportasi berbasis digital Grab mengalami kecolongan dana Rp 1 miliar, dana tersebut merupakan insentif bagi pengemudi.

Grab Kecolongan Rp 1 Miliar Uang Insentif untuk 3.007 Pengemudi
cnn
Grab operator layanan transportasi digital pun kebobolan Rp 1 miliar, dana tersebut merupakan uang insentif bagi 3.077 pengemudi. Pelakunya oknum di call center Grab. 

JAKARTA-- Grab menyebut telah mengembalikan dana insentif Rp1 miliar yang dicuri oleh oknum call center dari 3.077 orang mitra pengemudinya.

"Seluruh dana yang dicuri telah dikembalikan kepada mitra pengemudi yang menjadi korban tindak kejahatan tersebut," ujar juru bicara Grab dalam keterangan resmi yang diterima oleh CNNIndonesia.com, Selasa (12/6)

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengamankan lima oknum agen call center Grab yang melakukan pencurian insentif para pengemudi Grab.

"Grab mengidentifikasi sejak awal bahwa telah terjadi sejumlah pelanggaran terkait 3.077 transaksi mencurigakan. Menyusul hasil investigasi yang dilakukan, Grab menemukan bahwa terdapat 5 agen pelayanan konsumen yang menjadi pelaku pencurian dana sebesar Rp1 miliar," lanjutnya.

Grab operator layanan transportasi digital pun kebobolan Rp 1 miliar, dana tersebut merupakan uang insentif bagi 3.077 pengemudi. Pelakunya oknum di call center Grab.
Grab operator layanan transportasi digital pun kebobolan Rp 1 miliar, dana tersebut merupakan uang insentif bagi 3.077 pengemudi. Pelakunya oknum di call center Grab. (cnn)

Baca: Sesalkan Grab Tak Bermpati ke Korban Perampokan, Menhub: Bagaimana Mau Jadi Perusahaan Besar

Baca: Gegara Serang Gibran yang Ngaku Pemilik Grab, Netizen Nyinyirin Ratna Sarumpaet Kurang Piknik

Baca: Pengemudi Online Antusias Sambut Regulasi Gojek dan Grab Wajib Jadi Perusahaan Transportasi

Identifikasi ini diawali oleh penemuan 3.077 transaksi mencurigakan yang disusul dengan investigasi mendalam oleh Grab. Identifikasi dilakukan pada awal Maret dan dilaporkan ke kepolisian pada 19 Maret.

"Bukan dilaporkan pada bulan Mei seperti yang diinformasikan oleh pihak kepolisian," tambahnya.

Ribuan driver online dari dua aplikator yakni Gojek dan Grab menggelar aksi damai di gedung DPRD Kaltim, Samarinda, Selasa (10/4/2018).
Ribuan driver online dari dua aplikator yakni Gojek dan Grab menggelar aksi damai di gedung DPRD Kaltim, Samarinda, Selasa (10/4/2018). (TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA)

Lebih lanjut Grab menyatakan langsung melakukan pemutusan kerja secara sepihak kepada kelima tersangka kasus pencurian ini.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengamankan lima oknum agen call center Grab yang melakukan pencurian insentif para pengemudi Grab.

Baca: Grab dan Uber Resmi Bersatu, Inilah Beberapa Informasi dan Alasan yang Perlu Kita Tahu

Baca: Ribuan Driver Online Serbu Kantor Cabang Grab di Medan Tuntut Pembayaran Insentif

Baca: Plt Walikota Tarakan; Saya ke Mana-mana Pasti Pakai Grab

"Grab mengidentifikasi sejak awal bahwa telah terjadi sejumlah pelanggaran terkait 3.077 transaksi mencurigakan. Menyusul hasil investigasi yang dilakukan, Grab menemukan bahwa terdapat 5 agen pelayanan konsumen yang menjadi pelaku pencurian dana sebesar Rp1 miliar," lanjutnya.

Identifikasi ini diawali oleh penemuan 3.077 transaksi mencurigakan yang disusul dengan investigasi mendalam oleh Grab. Identifikasi dilakukan pada awal Maret dan dilaporkan ke kepolisian pada 19 Maret.

Ribuan pengemudi transportasi online roda dua dan empat se-Bandung Raya yang tergabung dalam Gerakan Bersama seluruh Driver Online (GERAM Online) melakukan unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (16/10/2017). Aksi damai para pengemudi transportasi online yang terdiri dari Grab, Gojek, dan Uber itu menuntut pemerintah provinsi Jawa Barat untuk segera menyelesaikan permasalahan peraturan transportasi online sehingga para pengemudi transportasi online dapat beroperasi secara aman.
Ribuan pengemudi transportasi online roda dua dan empat se-Bandung Raya yang tergabung dalam Gerakan Bersama seluruh Driver Online (GERAM Online) melakukan unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (16/10/2017). Aksi damai para pengemudi transportasi online yang terdiri dari Grab, Gojek, dan Uber itu menuntut pemerintah provinsi Jawa Barat untuk segera menyelesaikan permasalahan peraturan transportasi online sehingga para pengemudi transportasi online dapat beroperasi secara aman. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

"Bukan dilaporkan pada bulan Mei seperti yang diinformasikan oleh pihak kepolisian," tambahnya.
Lebih lanjut Grab menyatakan langsung melakukan pemutusan kerja secara sepihak kepada kelima tersangka kasus pencurian ini.

Kelima tersangka dijerat dengan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang RI Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(cnn)

Editor: Priyo Suwarno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved