Gunakan Alat dan Aplikasi Canggih, Kecepatan Pemberitaan Kantor Berita Jepang Jadi Luar Biasa

Perusahaan saya muncul sejak tahun 2008 di mana saya masih kuliah di tingkat satu mau naik ke tingkat dua universitas di Tokyo.

Gunakan Alat dan Aplikasi Canggih,  Kecepatan Pemberitaan Kantor Berita Jepang Jadi Luar Biasa
Richard Susilo
Katsuhiro Yoneshige (29), CEO Kantor Berita JX Press 

TRIBUNKALTIM.CO, TOKYO -  Kantor berita saat ini sudah tak perlu banyak orang. Alat dan teknologi otomatis bergerak, bahkan mendapatkan berita sebelum pemberitaan muncul. Kecepatannya luar biasa.

 "Perusahaan saya muncul sejak tahun 2008 di mana saya masih kuliah di tingkat satu mau naik ke tingkat dua universitas di Tokyo.

Lalu setelah gempa bumi besar 11 Maret 2011 saya punya ide agar pemberitaan lebih cepat tanpa butuh banyak orang dan setelah kantor berita Kyodo berinvestasi di perusahaan saya ini terealisasikan lah ide itu dengan bantuan Kyodo pula pembuatan dan pengembangan aplikasi canggih kami sendiri," papar CEO JX Press, Katsuhiro Yoneshige (29) khusus kepada Tribunnews.com Kamis ini (14/6/2018).

Baca: Simak 5 Fakta Arman Depari, Jenderal Gondrong yang Sempat Digadang Gantikan Komjen Buwas

Baca: Gema Takbir Mulai Berkumandang di Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center Samarinda

Baca: Ini Dia 7 Tradisi Unik Lebaran Khas Nusantara yang Beda Banget dari Negara Lain . . .

Dengan teknologi terbarunya tersebut, kantor beritanya dapat berita bahkan sebelum pemberitaan muncul.

Tak heran jasanya kini banyak melayani (berlangganan) berbagai kantor pers Jepang baik pers cetak, radio maupun televisi Jepang.

 Berapa biaya langganan dari JX Press?

Baca: Ramaikan Takbiran, Warga Balikpapan Sulap Mobil Jadi Miniatur Masjid; Begini Prosesnya

Baca: Jadi Venue Hajatan Global Lintas Benua, Intip 5 Stadion Sepak Bola Termegah di Rusia

Baca: Hasil Sidang Isbat - Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1439 H Jatuh Hari Jumat 15 Juni 2018

"Bermacam-macam dan tak mau kami beritahukan karena akan mengganggu tim Sales perusahaan kami," paparnya, namun off-the-Record Yoneshige memberitahukan kepada Tribunnews.com semua data tersebut.

 Langganan jasa pelayanan pasokan berita itu pun ada yang menggunakan lampu.

 "Jadi desk pemberitaan tak perlu melototi atau terus lihat monitor. Cukup lihat lampu yang menyala warna tertentu Berita baru, lampu warna lain berita besar dan penting dan sebagainya."

Baca: Sisi Lain Diplomasi Baru AS-Korea Utara; Ternyata Kim Pakai Sepatu Hak Tinggi Saat Bertemu Trump

Baca: Usai Lakukan Pemantauan dari Udara, Kapolri: Puncak Arus Mudik Sudah Lewat

Sumber berita diambil dari Twitter dan Facebook. Tentu saja ada kontrak dengan keduanya dan membayar biaya tertentu.

 "Namun untuk Instagram tidak ada kontrak dan secara hukum masih belum bisa meraih data dari Instagram tersebut.

Halaman
12
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved