Di Dunia saat Ini Ada 1.500 Bom Nuklir, Padahal untuk Hancurkan Bumi Cukup 100 Bom Saja

Menurut hasil penelitian para pakar nuklir, cukup 100 bom nuklir untuk menguncang bumi. Kini sudah ada 1500 hulu ledak bom nuklir di dunia

Di Dunia saat Ini Ada 1.500 Bom Nuklir, Padahal untuk Hancurkan Bumi Cukup 100 Bom Saja
The Nuclear Secrecy Blog
Beginilah sekuel proses jatuhnyabom nuklir di sebuah negara. 

TRIBUNKALTIM.CO, LONDON-- Negara-negara pemilik senjata nuklir besar, hanya menyia-nyiakan uang mereka. Nyatanya hanya dengan 100 rudal nuklir saja sudah cukup untuk memporakporandakan bola dunia, dan membunuh warga mereka sendiri, ungkap para ilmuwan.

Inggris saat ini memiliki sekitar 215 hulu ledak dari sekitar 15.000 bom nuklir di seluruh dunia, sebagian besar adalah Amerika atau Rusia.

Namun para peneliti telah menetapkan bahwa tidak ada bangsa yang bisa menembak lebih dari 100 bom nuklir tanpa menyebabkan bencana yang berdampak pada negaranya sendiri. 

Dalam sebuah penelitian, ilmuwan menganalisis bahwa peledakan bom nuklir bakal menjadi "pukulan balik lingkungan".

Berdasarkan model uji itu, kota-kota bakal terbakar. Para ilmuwan juga memperhitungkan jumlah jelaga dan debu yang akan dibuang ke udara pasca ledakan-ledakan itu, akibatnya tercampurnya matahari dan kerusakan atmosfer.

Rudal balistik antara benua, semuanya bisa dipasangi hulu ledak nuklir yang kapan saja bisa menghacurkan dunia.
Rudal balistik antara benua, semuanya bisa dipasangi hulu ledak nuklir yang kapan saja bisa menghacurkan dunia. (Wallpapers)

Baca: Ahli Nuklir Tantang Rusmadi-Safaruddin Bentuk Forum Ini jika Terpilih Memimpin Kaltim

Baca: Jelang Pertemuan dengan Donald Trump, Kim Jong Un Ledakkan Situs Uji Coba Nuklir

Baca: Bukan Karena Damai dengan Seoul, Geolog Ungkap Alasan Sebenarnya Korut Hentikan Uji Nuklir

Mereka menemukan bahwa “musim gugur nuklir” dari perusakan seperti itu akan merusak hasil pertanian hingga 20 persen, cukup untuk mempengaruhi kekurangan pangan yang meluas bahkan di belahan lain dunia.

Konsep bahwa nuklir merupakan secara tradisional memasukkan doktrin bahwa semakin besar arsenal, semakin kecil kemungkinan musuh untuk menyerang.

Namun, para penulis di Michigan Technological University dan Tennessee State University mengatakan tidak ada alasan "pragmatis" bagi negara manapun untuk mempertahankan lebih dari 100.

Diterbitkan dalam jurnal Safety, penelitian ini mengikuti pertemuan bersejarah Singapura antara Presiden Trump dan Kim Jong Un, di mana kedua pemimpin menjanjikan "denuklirisasi  lengkap" dari semenanjung Korea.

Ada sembilan negara bersenjata nuklir resmi: AS, Rusia, Inggris, Prancis, China, India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara. Penangkal nuklir Inggris terdiri dari setidaknya satu dari empat kapal selam bermuatan nuklir di laut dan siap diluncurkan kapan saja.

Kim Jong Un, pimpinan Koera Utara dituduh  memiliki senjata nuklir.
Kim Jong Un, pimpinan Koera Utara dituduh memiliki senjata nuklir. (nationalinterest.org)

Baca: Rusia Bikin Titanic Nuklir, Diklaim Bisa Atasi Krisis Listrik di Kawasan Terpencil, Seperti Kaltim?

Baca: Ini Dia 7 Fakta soal Dampak Nuklir, Hanya Pohon Bonsai yang Selamat dari Serangan di Hiroshima

Baca: VIDEO - Menteri Kesehatan Resmikan Instalasi Kedokteran Nuklir RS AW Syahranie

Halaman
12
Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved