Breaking News:

Pengadilan Inggris untuk Pertama Kalinya Menghukum Perempuan Simpatisan ISIS di London

Untuk pertama kalinya, Pengadilan Inggeris menjatuhkan vonis hukuman bagi perempuan Inggeris terlibat teror ISIS.

Penulis: Priyo Suwarno | Editor: Priyo Suwarno
ARCHIVE/PA IMAGES/ huffingtonpost.co.uk
Sketsa seniman di pengadilan (kiri ke kanan) Mina Dich, 43, Rizlaine Boular, 21, dan Khawla Barghouthi, 20. 

TRIBUNKALTIM.CO, LONDON-- Dua perempuan anggota ISIS Inggris telah divonis dan dipenjarakan,  karena terbukti merencanakan melakukan serangan menggunakan pisau di Westminster, dengan kedok pesta teh Mad Hatter.

Kedua perempuan itu masing-masing Rizlaine Boular, 22, dan ibunya, Mina Dich, 44, dari Vauxhall, London Selatan. Mereka mengaku bersalah, karena mempersiapkan aksi terorisme April 2019 lalu.

Dalam vonis itu Boular dipenjara seumur hidup pada hari Jumat (15/6) dengan minimal 16 tahun penjara, sementara Dich dipenjara selama enam tahun dan sembilan bulan, dengan lima tahun lagi lisensi perpanjangan hukuman, karena turut membantu perencanaan teror itu.

Sketsa seniman di pengadilan (kiri ke kanan) Mina Dich, 43, Rizlaine Boular, 21, dan Khawla Barghouthi, 20.
Sketsa seniman di pengadilan (kiri ke kanan) Mina Dich, 43, Rizlaine Boular, 21, dan Khawla Barghouthi, 20. (ARCHIVE/PA IMAGES/ huffingtonpost.co.uk)

Baca: Janda Asal Israel Diduga Jadi Pelatih Pasukan ISIS, Ajari Racik Racun hingga Bom Bunuh Diri

Baca: Seram, ISIS Ternyata Rencanakan Serang Anak Pangeran William yang Lucu dan Menggemaskan Ini

Baca: Wakil Ketua MPR: Penemuan Senjata Bukti Pernyataan Hillary Clinton ISIS Dibuat Amerika Serikat

Teman Boular, Khawla Barghouthi, 21, mengaku gagal memperingatkan pihak berwenang atas rencana itu tetapi belum dijatuhi hukuman.

Rencana mereka digagalkan oleh tim gabungan pengawasan polisi anti-terorisme dan agen MI5, yang bertindak cepat mengikuti perkembangan online yang dioperasikan ISIS.

Rizlaine Boular, 22
Rizlaine Boular, 22 (MET POLICE/ PA/huffingtonpost.co.uk)

Baca: 5 Fakta Seputar IN, Mahasiswi yang Diduga Gabung ISIS dan Dideportasi dari Turki

Baca: Kisah Joanna Palani, Sniper Berparas Cantik yang Sudah Membunuh 100 Anggota ISIS

Baca: Kisah Hatf Saiful, Bocah Asal Indonesia Jadi Petarung ISIS dan Tewas saat Bertempur di Suriah

Adik Boular, Safaa Boular, 18  -- merupakan pemandu teror perempuan termuda Inggris-- akan dijatuhi hukuman di kemudian hari, setelah dia dinyatakan bersalah menyiapkan terorisme di Inggris dan Suriah.(huffingtonpost.co.uk/ps)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved