Pemilihan Presiden 2019

Pasal Presidential Threshold Kembali Digugat, Petinggi Demokrat Berharap pada Hakim Negarawan Sejati

Menurut Didi, daulat rakyat telah dimanipulir dengan adanya ketentuan Presidential Threshold 20%.

Pasal Presidential Threshold Kembali Digugat, Petinggi Demokrat Berharap pada Hakim Negarawan Sejati
Tribun Jabar
Didi Irawadi Syamsuddin 

TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin menanggapi digugatnya pasal presidential threshold.

Menurut Didi, daulat rakyat telah dimanipulir dengan adanya ketentuan Presidential Threshold 20%.

Dirinya juga berharap kepada MK yang menurutnya sebagai negarawan sejati untuk berani memenangkan gugatan agar dapat mengembalikan kedaulatan rakyat.

Baca juga:

 
 
 
 
 
Hal ini ia tuliskan dalam akun media sosial Twitter sebagai berikut, @didi_irawadi, Sabtu (16/6/2018).

@didi_irawadi: Daulat rakyat telah dimanipulir oleh Presidential Threshold 20%. Moga2 gugatan ini mengembalikan kembali daulat rakyat.

Hanya para hakim MK yg benar2 negarawan sejati yg berani pulihkan kembali daulat rakyat tsb !

Dirinya juga mengunggah ulang sebuah komentar dari netizen yang menyatakan parpol yang tidak memenuhi kualifikasi ambang batas sebagai korban.

@ykyudii: PT 20% berakibat juga thd pelaksanaan pemilu yg kurang adil dan sportif. Penggunaan perolehan suara 2014 utk 2019 tdk logis dan anehnya sebagian parpol yg dptkan suara di bawah 10% pd 2014 tampak pasrah, padahal sejatinya mereka adl "korban".

 

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 12 tokoh mengirimkan permohonan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penolakan syarat ambang batas presiden.

Baca juga:

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved