Sedang Puasa Syawal, Lalu Ditawari Makan saat Silaturahmi, Bolehkah Dibatalkan? Ini Hukumnya

Setelah merayakan Idulfitri umat muslim disunahkan untuk melaksanakan puasa syawal.

Sedang Puasa Syawal, Lalu Ditawari Makan saat Silaturahmi, Bolehkah Dibatalkan? Ini Hukumnya
BersamaDakwah
Ilustrasi - Puasa Syawal 

Artinya, “Saudara Muslimmu sudah repot-repot (menyediakan makanan) dan kamu berkata, ‘Saya sedang berpuasa?’ Batalkanlah puasamu dan qadha’lah pada hari lain sebagai gantinya,” (HR Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi).

Kemudian dari sinilah para ulama merumuskan, ketika tuan rumah keberatan atas puasa sunah tamunya, maka hukum membatalkan puasa sunah baginya untuk menyenangkan hati (idkhalus surur) tuan rumah adalah sunnah karena perintah Nabi SAW dalam hadits tersebut.

Bahkan dalam kondisi seperti ini dikatakan, pahala membatalkan puasa lebih utama daripada pahala berpuasa.

Dalam konteks ini Ibnu ‘Abbas RA mengatakan:

مِنْ أَفْضَلِ الْحَسَنَاتِ إِكْرَامُ الْجُلَسَاءِ بِالْإِفْطَارِ

Artinya, “Di antara kebaikan yang paling utama adalah memuliakan teman semajelis dengan membatalkan puasa (sunah),” (Lihat Al-Ghazali, Ihya ‘Ulumiddin). (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Terpaksa Batalkan Puasa Syawal Saat SIlaturahmi? Ini Hukumnya

Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved