Olahraga Daerah

Rayakan Lebaran di Korea Taekwondoin Kaltim Rindu Buras Buatan Mama

Rasa sedih, justru tak menghampiri Ruhil. Sebagai atlet nasional, perempuan berparas ayu ini sudah terbiasa melewatkan momen spesial

Rayakan Lebaran di Korea Taekwondoin Kaltim Rindu Buras Buatan Mama
Tribun Kaltim/Cornel Dimas
Taekwondoin asal Kaltim, Ruhil saat beraksi di PON 2016 Jawa Barat silam. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang tepat untuk bersilaturahmi dan berkumpul bersama keluarga. Mudik dan makan bersama keluarga sudah seperti ritual bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Namun momen itu tak bisa dirasakan Taekwondoin asal Kalimantan Timur, Ruhil pada lebaran tahun ini. Ruhil harus melewatkan momen spesial lebaran bersama keluarga. Pasalnya ia harus menjalani Training Camp persiapan Asian Games di Korea Selatan sejak 15 Maret lalu.

Rasa sedih, justru tak menghampiri Ruhil. Sebagai atlet nasional, perempuan berparas ayu ini sudah terbiasa melewatkan momen spesial jauh dari keluarga.

Kali ini ia merasa tanggungjawabnya lebih besar lantaran harus punya persiapan maksimal jelang bertarung di Asian Games 2018. Ruhil menjadi salah satu atlet Taekwondo andalan Indonesia di nomor Pomsae.

Selama di Korea Selatan ia mengaku sudah beradaptasi dengan baik mulai dari cuaca, suhu dan pola latihan. Namun pada momen spesial lebaran ini ada satu yang dirindukan Ruhil, yaitu Buras buatan sang ibu.

"Lebaran tahun ini gak bisa pulang karena masih TC di Korea Selatan. Tapi yang paling dirindukan saat lebaran gini ya buras buatan mama. Sudah lama banget Ruhil gak meraslan buras buatan mama. Itu makanan wajib yang harus ada saat lebaran," kata Ruhil ketika dihubungi Tribunkaltim.co, Minggu (17/6) kemarin.

Buras memang sudah seperti makanan wajib bagi masyarakat Bugis Sulawesi Selatan. Termasuk Ruhil yang lahir dari keluarga besar Bugis.

Buras merupakan makanan yang terbuat dari beras dan santan. Mirip seperti lontong yang dibungkus dengan daun pisang. Bedanya, buras lebih lembek dan biasanya dibuat menjadi dua bagian dalam satu ikatan menggunakan tali rafia. Buras juga biasanya menjadi makanan pendamping sop Konro maupun Coto Makassar.

Mekipun tahun ini tak bisa merasakan buras dan berkumpul bersama keluarga, Ruhil tetap mendoakan keluarganya agar selalu diberi kesehatan.

"Tetap mendoakan keluarga, kemarin juga sempat video call. Mereka semua di Tarakan, Kalimantan Utara," ucap atlet peraih medali perunggu PON 2016 Ini.

Ruhil bersama atlet pelatnas Taekwondo lainnya merayakan Idul Fitri di Kedutaan Besar Republik Indonesia, Seoul Korea Selatan. Mereka menjalankan Shalat Ied di Youngdeungpo Park, Korea Selatan bersama Ikatan Keluarga Muslim Indonesia dan Dubes Umar Hadi.

Atlet Pelatnas Taekwondo menggelar TC di Korea Selatan setidaknya sampai mendekati pelaksanaan Asian Games 2018.

Korea Selatan dipilih karena merupakan salah satu poros kekuatan Taekwondo dunia. Di negeri Ginseng, atlet Pelatnas akan menjajal atlet universitas dan klub di Korea Selatan sebelum menghadapi atlet nasional Korsel.

Selanjutnya mereka akan bertolak ke Vietnam untuk mengikuti kejuaraan dunia. Lalu berangkat ke Cina untuk turnamen Cina Open 6-8 Juni mendatang.(dmz)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved