Bukan Makanannya, Mengapa Ular Piton Memangsa Manusia Secara Utuh?

Namun mengapa kembali terjadi peristiwa seekor ular sanca atau piton menelan utuh seorang manusia dewasa?

Bukan Makanannya, Mengapa Ular Piton Memangsa Manusia Secara Utuh?
Ular sanca atau piton. 

TRIBUNKALTIM.CO -- Seharusnya manusia bisa hidup berdampingan secara wajar dengan ular.

Namun mengapa kembali terjadi peristiwa seekor ular sanca atau piton menelan utuh seorang manusia dewasa?

"Manusia sebetulnya bukan mangsa ular," kata Herna Hadi Prasetyo, dari lembaga penanganan ular, Sioux Indonesia.

"Namun kasus seperti di Muna ( Sulawesi Tenggara) itu terjadi, karena rusaknya habitat ular. Pembukaan lahan baru membuat tempat tinggal ular makin sempit yang tadinya merupakan daerah jelajah atau mencari makanan bagi ular berganti menjadi lahan atau permukiman," katanya pula.

Hari Jumat (14/6/2018) lalu, Wa Tiba, jasad seorang perempuan usia 54 tahun di Muna, Sulawesi Tenggara, ditemukan dalam tubuh seekor ular sanca sepanjang tujuh meter.

Sebelumnya, di Mamuju, tahun lalu, seorang lelaki ditelan ular dari jenis yang sama, dengan besar yang kurang lebih sama juga.

Herna menyebut, sejauh ini ular yang menelan manusia di Indonesia, jenisnya sama, ular sanca kembang (Python reticulatus).

Jenis ular ini ada di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali di Papua.

Itu karena dulunya daratan Papua terhubung dengan Australia, karenanya flora dan faunanya lebih mirip dengan yang ada di Australia.

Baca: Selfie Lingkarkan Ular Piton Sepanjang 10 Meter di Lehernya, Pria Ini Nyaris Celaka

Mereka memangsa mamalia ukuran besar, yang bisa 10 kali lebih besar dari ukuran mulut mereka, kata Herna.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved