Bisnis Properti

Semester Pertama 2018, Rumah Subsidi dan Non Subsidi Tipe Kecil Laku Terjual

Kondisinya sama dengan akhir 2017 lalu. Rumah menengah ke atas dan ruko belum beranjak dari penjualan.

Semester Pertama 2018, Rumah Subsidi dan Non Subsidi Tipe Kecil Laku Terjual
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Seperti di 2017 lalu, pertumbuhan perekonomian Kaltim menunjukkan angka positif di 2018 ini. Meski demikian membaiknya ekonomi daerah belum berdampak banyak terhadap sektor properti.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kaltim, Bagus Susetyo mengatakan, properti menengah ke atas seperti rumah menengah ke atas dan ruko masih mengalami stagnasi penjualan. Kondisi di semester pertama 2018 ini, diakui Bagus, masih sama seperti di akhir 2017 lalu.

"Kondisinya sama dengan akhir 2017 lalu. Rumah menengah ke atas dan ruko belum beranjak dari penjualan," kata Bagus, Rabu (20/6/2018).

Kendati demikian, penjualan rumah tipe subsidi, maupun tipe kecil yakni 36 maupun 45 non subsidi, berjalan lancar. "Rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah masih terjual. Begitu pula untuk rumah non subsidi tipe 36 dan 45 masih bisa terjual," ungkap Bagus.

Sekadar informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, perekonomian Kaltim Triwulan I, 2018, yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku mencapai Rp 155,41 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 114,82 triliun.

Perekonomian Bumi Etam pada Triwulan I Tahun 2018 tumbuh sebesar 1,77 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya (Triwulan I Tahun 2017) (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara y-on-y dicapai oleh lapangan usaha pengadaan Llstrik dan gas yang tumbuh sebesar 12,38 persen. Dari sisi Pengeluaran, Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Net Ekspor Antar Daerah sebesar 30,02 persen.

Bila dibandingkan triwulan sebelumnya, kinerja ekonomi Kalimantan Timur Triwulan I Tahun 2018 tumbuh sebesar 0,66 persen (q-to-q), sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari sisi produksi, hal ini disebabkan oleh beberapa lapangan usaha mengalami kontraksi pada Triwulan I Tahun 2018 ini seperti lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, konstruksi, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, serta informasi dan komunikasi. Dari sisi pengeluaran, Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Net Ekspor Antar Daerah sebesar 32,82 persen.(*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved