Inilah Gelar yang Diberikan Warga Nahdliyin Kepada Soekarno

“Ini yang tidak akan pernah saya lupa seumur hidup, tidak pernah gelar ini dicabut oleh Nahdlatul Ulama,” ujar Megawati

Inilah Gelar yang Diberikan Warga Nahdliyin Kepada Soekarno
http://manuvr.co
Soekarno 

TRIBUNKALTIM.CO, BLITAR - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkapkan bahwa Presiden pertama RI Soekarno pernah diberikan sebuah gelar oleh warga Nahdlatul Ulama ( NU) atau Nahdliyin.

Gelar yang diberikan kepada Sang Proklamator itu adalah Waliyyul Amri Ad-Dharuri bi As-Syaukah.

“Ini yang tidak akan pernah saya lupa seumur hidup, tidak pernah gelar ini dicabut oleh Nahdlatul Ulama,” ujar Megawati saat memberikan sambutan pada peringatan Haul ke-48 Bung Karno, di Blitar, Jawa Timur, Rabu (20/6/2018).

Baca: Iran Vs Spanyol, Ini 5 Fakta Menarik Pertandingan Dini Hari Tadi

Baca: Ini Rincian Kecepatan Operator Seluler di Indonesia, Simak Bedanya untuk Upload dan Download

Baca: Model Majalah Pria Dewasa Ini Dirayu dan Dicuci Otak untuk Jadi Anggota ISIS

Waliyyul Amri Ad-Dharuri bi As-Syaukah berarti pemimpin pemerintahan di masa darurat.

Gelar itu membuat kebijakan-kebijakan Bung Karno, sebagai pemimpin pemerintahan di masa darurat, mengikat secara sah bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.

Gelar tersebut disahkan dalam Muktamar NU Tahun 1954 di Surabaya.

Baca: Hasil Lengkap Laga Piala Dunia hingga Dini Hari Tadi, Tiga Pertandingan Berakhir dengan Skor 1-0

Baca: Tikus Gerogoti Uang Rp 250 Juta yang Berada di Dalam ATM

Baca: Singkirkan Arab Saudi, Uruguay Ikut Rusia ke Babak 16 Besar

"Oleh sebab itu saya berbangga atas ketegasan sikap NU bahwa Pancasila dan NKRI adalah final," kata Megawati.

Megawati juga mengungkapkan kedekatan dengan para tokoh Nahdlatul Ulama, antara lain Kiai Hasyim Asy'ari, Kiai Abdul Wahab Hasbullah dan Kiai Wahid Hasyim.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutan pada acara haul ke-48 Bung Karno, di Blitar, Jawa Timur, Rabu (20/6/2018).
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutan pada acara haul ke-48 Bung Karno, di Blitar, Jawa Timur, Rabu (20/6/2018). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Presiden kelima RI itu pun meminta kalangan Soekarnois dan warga NU bahu-membahu untuk mencegah upaya-upaya yang ingin merusak persatuan bangsa Indonesia.

Baca: Polemik Bongkar Muat Batu Bara, Agenda Mediasi Tahap Tiga Nelayan dan Korporasi Belum Jelas

Baca: Setelah Bikin Blunder pada Laga Kolombia vs Jepang, Fan Arsenal Ingin David Ospina Segera Hengkang

Baca: Skuat Timnas U-19 Rela Tak Saksikan Piala Dunia demi Raih Hasil Maksimal di Piala AFF U-19 2018

"Tidak ada siapa pun di negara ini yang dapat menggantikannya. Maka saya meminta dari kalangan Soekarnois dan NU, mari kita bahu membahu untuk mencegah hal-hal yang dapat merusak negara dan bangsa kita," ucapnya.

Seusai sambutan Megawati, acara haul ke-48 Bung Karno dilanjutkan dengan Pengajian Kenduri 1001 Tumpeng, tausiyah oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, pembacaan Yasin dan tahlilan.

Selain Said Aqil Siradj, hadir beberapa tokoh Nahdlatul Ulama, antara lain Kiai Nurul Huda Djazuli, Kiai Zainuddin Djazuli, Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Fuad Djazuli.

Baca: Sriwijaya Air Pertimbangkan Rute Eropa

Baca: Belum Lepas dari Tekanan, Rupiah Diprediksi Stabil Akhir Tahun

Baca: Bank Berlomba Menerbitkan Surat Utang Demi Pendanaan

Hadir pula Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno.

Para menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga negara juga ikut hadir dalam acara tersebut, yakni, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Menpora Imam Nahrawi, Menaker Hanif Dhakiri, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menristek Mohamad Nasir dan Kepala BIN Budi Gunawan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Gelar yang Pernah Diberikan Warga Nahdliyin kepada Soekarno", https://nasional.kompas.com/read/2018/06/21/06441081/ini-gelar-yang-pernah-diberikan-warga-nahdliyin-kepada-soekarno
Penulis : Kristian Erdianto
Editor : Diamanty Meiliana

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved