1 Juta Anjing Dibantai, Pengadilan Korea Putuskan Bunuh Anjing untuk Daging Dianggap Tindakan Ilegal

Pengadilan Korsel menegaskan memebunuh anjing untuk tujuan persedia daging merupakan tindakan ilegal. Nah lho!

1 Juta Anjing Dibantai, Pengadilan Korea Putuskan Bunuh Anjing untuk Daging Dianggap Tindakan Ilegal
Grid.id
Kolase, daging anjing di pasar Pancurbatu, Sumatera Utara 

TRIBUNKALTIM.CO, SEOUL -- Sebuah pengadilan Korea Selatan telah memutuskan pembunuhan anjing untuk daging adalah ilegal, dalam keputusan itu ata perjuangan aktivis hak-hak binatang, 21 Juni 2018, sehingga dapat membuka jalan untuk melarang makan hewan bertaring itu.

Daging anjing telah lama menjadi bagian dari masakan Korea Selatan, dengan sekitar 1 juta anjing diyakini dimakan setiap tahun.

Tetapi konsumsi telah menurun, karena orang Korea Selatan telah  berubah, muncul gerakan gagasan anjing sebagai sahabat terbaik manusia daripada ternak lain, kini para aktivis semakin gencar untuk memberlakukan larangan memakan daging anjing.

Aksi demonstrasi melindungi anjing yang dilakukan relawan pembela hak-hak hewan di Korea.
Aksi demonstrasi melindungi anjing yang dilakukan relawan pembela hak-hak hewan di Korea. (hurriyetdailynews.com)

Baca: Heroik! Anjing Ini Selamatkan Anak Down Syndrome yang Terjebak di dalam Mesin Cuci

Baca: Anjing Pelacak jadi Pengangguran Setelah Ganja Legal

Baca: Anjing Peliharaan Tembak Juragannya

Meski begitu tetap menjadi wilayah abu-abu hukum. Meskipun tidak ada larangan khusus, pihak berwenang telah menerapkan peraturan kebersihan atau undang-undang perlindungan hewan yang melarang metode penyembelihan yang kejam, termasuk menindak peternakan anjing dan restoran sebelum perhelatan Olimpiade Pyeongchang.

Kelompok pembela hak-hak binatang tahun lalu mengajukan keluhan terhadap operator peternakan anjing di Bucheon, menuduhnya "membunuh hewan tanpa alasan yang tepat" dan melanggar peraturan bangunan dan kebersihan, itulah tuduhan jaksa yang dibacakan di pengadilan.



A vendor pulls a trolley with dog meat at the Dongkou market in China's southern Guangxi, ahead of this month's Yulin dog meat festival. (Photo: AFP)

149/5000
Seorang penjual menarik troli dengan daging anjing di pasar Dongkou di Guangxi selatan China, menjelang festival daging anjing Yulin bulan ini.
A vendor pulls a trolley with dog meat at the Dongkou market in China's southern Guangxi, ahead of this month's Yulin dog meat festival. (Photo: AFP) 149/5000 Seorang penjual menarik troli dengan daging anjing di pasar Dongkou di Guangxi selatan China, menjelang festival daging anjing Yulin bulan ini. (AFP)

Pengadilan Kota Bucheon memutuskan bahwa konsumsi daging bukanlah alasan hukum untuk membunuh anjing, dan menjatuhkan denda 3 juta won ($ 2.700). Tetapi pihak peternak masih punya kesempatan naik banding.

Pengacara pembela hak hewan, Kim Kyung-eun menyambut gembira keputusan yang dibuat pada bulan April, tetapi hasil putusan ini baru dirilis minggu ini - mengatakan kepada AFP:  "Ini sangat signifikan karena itu adalah keputusan pengadilan pertama bahwa membunuh anjing untuk daging anjing adalah ilegal itu sendiri."

Sebuah pasar di Korea Selatan menjual bebas daging anjing.
Sebuah pasar di Korea Selatan menjual bebas daging anjing. (alamy.com)

Baca: Anjing Ini Datang Setiap Hari, Beli Kue dan Membayarnya dengan Selembar Daun yang Dibawanya

Baca: Mengerikan! Anjing Peliharaan Serang Bayi 3 Bulan Hingga Tewas

Baca: Gigitan Anjing Liar di Nunukan Tidak Masuk Kategori Rabies

Preseden "membuka jalan untuk melarang konsumsi daging anjing secara keseluruhan", tambahnya.

Pemimpin perawatan Park So-youn mengatakan kelompoknya melacak peternakan anjing dan rumah pemotongan di seluruh negeri dengan maksud untuk mengajukan keluhan serupa terhadap mereka kepada pihak berwenang peradilan.

"Selama beberapa dekade terakhir, wacana publik tentang konsumsi daging anjing telah bergeser ke arah pelarangannya," katanya. "Industri daging anjing akan mengambil panas lebih besar karena putusan pengadilan."

Halaman
12
Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved