Properti

Tiga Momentum Ini Tahan Warga Kaltim untuk Membeli Properti

Dampak kenaikan harga batu bara sejak 2017 lalu, belum banyak berdampak pada penjualan properti di Bumi Etam.

Tiga Momentum Ini Tahan Warga Kaltim untuk Membeli Properti
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi - KPR 

Laporan Tribun Kaltim Rafan A Dwinanto

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Dampak kenaikan harga batu bara sejak 2017 lalu, belum banyak berdampak pada penjualan properti di Bumi Etam.

Kendati, pada beberapa sektor usaha lainnya, dampak kenaikan harga emas hitam sudah memberikan pengaruh cukup signifikan.

Contohnya, penjualan kendaraan bermotor, perhotelan, cukup terdampak kenaikan harga batu bara.

"Kalau lihat industri batu bara yang harganya sudah naik, tapi efeknya belum terlihat di penjualan rumah," kata Ketua DPD Real Estate Indonesia, Bagus Susetyo.

Berbeda dengan sektor lainnya, masyarakat sangat berhitung untuk pembelian properti.

Baca: Rencananya Sembako akan Diberikan untuk Menghadiri Kampanye Terbuka Paslon

"Contohnya pembelian otomotif. Kan diperlukan untuk transportasi. Makanya penjualannya terdongkrak saat lebaran. Berbeda dengan pembelian rumah," kata Bagus.

Hingga semester pertama 2018, Bagus menyebut angka penjualan rumah kecil non subsidi sudah bergerak, walau belum signifikan.

"Data penjualan rumah kecil belum signifikan sampai dengan puasa," ungkap Bagus.

Menurut Bagus, pembelian rumah masih tertahan oleh momentum Ramadan dan Lebaran.

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved