Pelarangan Kantong Plastik di Ritel Balikpapan Bisa Kurangi Sampah 30 Ton per Hari

Namun kali ini, pemerintah optimis hal ini akan berjalan dan dipatuhi semua ritel di Balikpapan.

Pelarangan Kantong Plastik di Ritel Balikpapan Bisa Kurangi Sampah 30 Ton per Hari
tribunkaltim.co/muhammad afridho septian
Suryanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (BLH), Kota Balikpapan 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sampah plastik masih jadi ancaman serius bagi lingkungan.

Menjadi barang yang tak mudah terurai, menjadikannya masalah berkepanjangan bagi kelangsungan hidup manusia.

Seperti halnya kantong plastik belanja yang dipakai masyarakat. Untuk diketahui sekitar 7,2 persen dari 420 ton sampah di Balikpapan setiap harinya merupakan kantong plastik belanja.

Ada sekitar 30 ton kantong plastik belanja menyumbang sampah di kota minyak. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Balikpapan, Suryanto.

"Per tanggal 3 Juli nanti, pelarangan kantong plastik belanja di ritel Balikpapan dilakukan," katanya.

Sebelumnya upaya penekanan penggunaan kantong belanja plastik di Balikpapan sudah pernah dilakukan, yang notabene jauh dari kata baik.

Namun kali ini, pemerintah optimis hal ini akan berjalan dan dipatuhi semua ritel di Balikpapan.

"Beberapa waktu lalu ada sekitar 60 ritel modern kita undang. Mereka menyatakan mendukung," bebernya.

Keyakinan pemerintah tumbuh, sebab kali ini pelarangan kantong belanja plastik bukan lagi melalui surat edaran. Namun, kali ini pemkot menggunakan Perwali sebagai payung hukum aturan tersebut.

Dengan adanya Perwali tersebut sanksi menanti bagi ritel yang tak melaksanakan aturan tersebut.

Pencabutan izin usaha jadi sanksi terberat bagi ritel modern Balikpapan yang 'nakal'.

"Sanksinya ada, karena Perwali. Dulu surat edaran gak ada sanksinya. Kalau ini ada. Tak melaksanakan teguran sampai 3 kali. Kalau masih juga tak melaksanakan akan dilakukan pencabutan izin usaha," tegasnya.

Ditambahkan Suryanto, 3 Juli mendatang Sirektur KLHK beserta jajaran bakal datang ke Balikpapan guna meninjau langsung pelaksanaan aturan tersebut ke beberapa ritel di Balikpapan.

"Pasti efektif, biasanya 1 kali belanja 3 sampai 5 plastik. Dengan adanya ini gak ada lagi itu. Belanja, pulang, masuk kulkas, lalu buang. Balikpapan jadi kota kedua menerapkan hal ini di Indonesia. Banjarmasin yang pertama, 2 tahun lalu," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved