Pilgub Kaltim 2018

Tiga Daerah Penentu Memenangkan Pilgub Kaltim, Pengamat Sebut Kuncinya Ini

Mengacu jumlah penduduk, sangat wajar jika tiga daerah, yakni Samarinda, Balikpapan dan Kutai Kartanegara menjadi penentu kemenangan

Tiga Daerah Penentu Memenangkan Pilgub Kaltim, Pengamat Sebut Kuncinya Ini
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO
Prof Dr Sarosa Hamongpranoto SH 

Oleh: Prof Sarosa HP, Pengamat Politik dan Hukum Unmul

TRIBUNKALTIM.CO - Mengacu jumlah penduduk, sangat wajar jika tiga daerah, yakni Samarinda, Balikpapan dan Kutai Kartanegara menjadi penentu kemenangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018.

Siapa pasangan calon (paslon) yang bisa meraup paling banyak suara di tiga wilayah ini, dialah yang kemungkinan besar akan memimpin Kaltim 5 tahun ke depan. Kunci kemenangan Pilgub Kaltim ya memang di 3 daerah tersebut.

Terkait adanya dua kontestan yang merupakan kepala daerah di dua daerah tersebut, yakni Syaharie Jaang (Walikota Samarinda) maju berpasangan dengan Awang Ferdian Hidayat, dan Rizal Effendi (Walikota Balikpapan) yang mendampingi Andi Sofyan Hasdam, saya rasa tidak menjadi jaminan bahwa keduanya akan menguasai suara wilayah yang dipimpinnya.

Baca: Jelang Pilgub Kaltim, Hetifah Ingatkan Hal-hal Penting Ini

Saya yakin, pemilih di Samarinda dan Balikpapan akan memilih sesuai keinginan masing-masing, tanpa melihat apakah dua sosok calon gubernur dan calon wakil gubernur merupakan kepala daerahnya.

Menurut saya pemilih di dua kota ini akan melihat seperti apa kinerja atau apa-apa saja prestasi yang sudah pernah mereka buat.

Khusus untuk suara di Kutai Kartanegara, saya rasa juga belum tentu condong ke salah satu paslon, atau partai politik tertentu. Suara di Kukar bisa untuk siapa saja.

Baca: Ketua KPU Samarinda: Jumlah Petugas Situng Sesuai RKB

Tergantung bagaimana upaya yang selama dilakukan paslon dan tim pemenangan meyakinkan bahwa dialah sosok yang bisa menyejahterakan masyarakat Kukar.

Terkait suara Golkar di Kukar, jika dikaitkan dengan kapasitas Rita Widyasari sebagai Bupati non aktif Kukar dan Ketua Golkar Kaltim, saya rasa juga tidak menjadi jaminan bahwa pemilih akan lari ke paslon yang diusung Golkar.

Baca: Bikin 3 Kategori TPS, Polisi Terus Jalankan Patroli dan Pengamanan; TNI Siap Back Up

Apalagi, kapasitas Rita sebagai Ketua Golkar Kaltim, bukan Ketua Golkar Kukar. Untuk suara Golkar di Kukar, saya rasa tetap tergantung bagaimana upaya Golkar Kukar meyakinkan pemilih di Kukar memilih paslon yang diusung Golkar. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved