Bank Siapkan Strategi Perolehan Laba Besar

Bank terbesar di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menargetkan rasio RoA sebesar 3,5%-3,9% di akhir tahun 2018.

Bank Siapkan Strategi Perolehan Laba Besar
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
HITUNG UANG - Petugas teller Bank BJB menghitung uang di kantor Bank BJB Cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/6). Mengantisipasi kebutuhan dana masyarakat di bulan Ramadan dan Lebaran, Bank BJB menyiapkan dana likuiditas sebesar Rp 14,4 triliun untuk didistribusikan ke seluruh jaringan Bank BJB di Indonesia. Bank BJB juga menyediakan layanan penukaran uang di semua kantor cabangnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Beberapa bank besar menyiapkan strategi agar tetap menuai untung besar di 2018. Jurus lain disiapkan karena pendapatan bunga dari penyaluran kredit tak lagi menjadi andalan bank di tengah perlambatan permintaan kredit dan peningkatan bunga simpanan.

Ada sejumlah cara yang diterapkan. Diantaranya, melakukan efisiensi secara operasional, meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau fee based income, dan menekan kenaikan kredit macet atau non performing loan (NPL).

Cara ini akan mendongkrak rasio profitabilitas bank melalui rasio return on asset (RoA). Per April 2018, rata-rata RoA perbankan tercatat 2,40%. Rasio ini turun 8 bps dibandingkan sebesar 2,48% di April 2017.

Bank terbesar di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menargetkan rasio RoA sebesar 3,5%-3,9% di akhir tahun 2018. Target tersebut meningkat dibandingkan RoA 3,69% pada akhir tahun lalu.

Suprajarto, Direktur Utama BRI mengatakan, BRI akan meningkatkan efisiensi dan menekan NPL untuk mendongkrak RoA. "Ini untuk menjaga profitabilitas di tengah tren kenaikan suku bunga acuan," katanya kepada KONTAN, beberapa waktu lalu.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga ingin meningkatkan RoA. Bank berlogo 46 ini menargetkan RoA mencapai 2,7%-2,8% di akhir tahun ini atau naik sedikit dibandingkan 2,75% pada 2017.

Untuk mencapai target itu, Anggoro Eko Cahyo, Direktur Keuangan BNI menuturkan, pihaknya akan fokus ke kualitas aset sehingga credit cost dapat terjaga, melakukan efisiensi dan optimalisasi biaya.

Tak sampai disitu, BNI juga berupaya menjaga biaya dana atau cost of fund melalui peningkatan penghimpunan dana murah, serta mendorong fee based income dari transaksi perbankan.

Sementara Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP memilih mengerek pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga untuk meningkatan RoA. Bank ini akan menjaga RoA di level 2% di akhir tahun.

Bank kelas menengah juga ingin bersaing dengan bank kelas kakap. PT Bank Bukopin Tbk semisal mengincar RoA sebesar 0,65%-0,7% di akhir 2018, atau membaik dari 0,09% di tahun lalu.

Adhi Brahmantya Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bukopin menyebut, RoA akan didongkrak melalui ekspansi kredit. Pinjaman ini fokus segmen ritel pegawai pensiunan dan UMKM.

Sedangkan, Bank Mayapada Internasional menargetkan RoA sebesar 1,5% pada akhir tahun 2018. Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur Bank Mayapada menuturkan, memperbesar rasio profitabilitas merupakan tantangan bagi kalangan bank di tengah kenaikan bunga acuan bank sentral. Mayapada akan mengendalikan biaya dana dan menaikkan fee income agar RoA membaik. (*)

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul Bank akan jaga perolehan laba tetap besar

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved