Perusahaan Daerah Diminta Ikut Berjualan Daging Ayam di Pasar, Ini Tanggapan Direktur PD PAU 

Jika PD PAU terlibat dan menjalin kerja sama dengan Pinsar, sejumlah alur distribusi akan dipotong.

Perusahaan Daerah Diminta Ikut Berjualan Daging Ayam di Pasar, Ini Tanggapan Direktur PD PAU 
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi daging ayam potong 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rencana Pemkot Samarinda melibakan Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka (PD PAU), perusahaan daerah miliknya dalam jual beli daging ayam di pasar, belum menunjukkan kemajuan berarti.

Untuk diketahui, langkah Pemkot Samarinda melibatkan PD PAU dalam jual beli daging ayam di pasar ini dilatarbelakangi seringnya terjadi kelangkaan daging ayam di saat-saat perayaan hari besar, khususnya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.

Kalaupun daging ayam ada di pasar, harganya bisa melambung mencapai Rp 45 ribu - Rp 65 ribu per ekornya (ukuran 1,5 - 2 Kilogram).

Padahal harga di tingkat peternak, dan sudah disepakati dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Indonesia (Pinsar) hanya sekitar Rp 23 ribu - Rp 25 ribu saja.

Dan setelah dilusuri, disinyalir memang terjadi permainan di alur distribusi ayam dari peternak hingga ke pedagang di pasar.

Jika PD PAU terlibat dan menjalin kerja sama dengan Pinsar, sejumlah alur distribusi akan dipotong.

Baca juga:

Galang Dana Publik, Gerindra Ingin Putus Rantai Pengaruh 'Cukong' dan 'Naga' dalam Perpolitikan

Beri Ucapan Selamat pada Erdogan, Jokowi Berharap Kerja Sama Bilateral RI-Turki Makin Erat

Halaman
123
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved