Berita Video

Butuh Waktu 3 Minggu Bersihkan RTH depan Stadion Panglima Sentik

Untuk membersihkan taman ini membutuhkan waktu selama tiga minggu dengan melibatkan sekitar 10 personel petugas kebersihan.

Butuh Waktu 3 Minggu Bersihkan RTH depan Stadion Panglima Sentik
tribunkaltim.co/samir
Lahan RTH di depan Stadion Panglima Sentik, Jumat (29/6/2018) Penajam Paser Utara 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Nasib Ruang Terbuka Hijau (RTH) depan Stadion Panglima Sentik, Penajam Paser Utara (PPU) semakin memprihatinkan. Padahal telah menghabiskan anggaran Rp 1,7 miliar tahun 2016 lalu, RTH seluas 6,3 Ha tersebut kini sudah ditumbuhi ilalang dan sejumlah pohon yang pernah ditanam juga ikut mati.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan PPU, Chairul  Rozikin saat meninjau taman tersebut, Jumat (29/6/2018) menjelaskan, telah mendapat instruksi dari Bupati Yusran Aspar untuk segera membersihkan taman yang berada di kilometer 8 Kelurahan Nipah-nipah ini.

Ia mengatakan, mulai hari ini, taman tersebut akan segera dibersihkan termasuk memotong ilalang yang telah tumbuh cukup tinggi.

Untuk membersihkan taman ini membutuhkan waktu selama tiga minggu dengan melibatkan sekitar 10 personel petugas kebersihan.

Baca Juga :

Pemkot Apresasi Warga Balikpapan dalam Pilgub Kaltim Berjalan Damai

Penerimaan Siswa Baru di PPU Belum Online, Ini Penyebabnya

Usai Jaang Legowo, Rizal pun Demikian, Ini Ucapannya yang Nyebut-nyebut Dilan. . .

"Karena kami ada keterbatasan mesin potong rumput, sehingga akan meminjam milik BLH. Kami target tiga minggu baru bisa selesai," ujarnya.

Selain membersihkan taman tersebut lanjutnya, juga ada keinginan untuk mengganti sejumlah pohon termasuk palm raja yang telah mati. Namun karena stok palm raja tidak ada sehingga akan diganti jenis pohon lain.

Mengenai rumput yang pernah ditanam, ia mengaku sebagian sudah ditumbuhi ilalang sehingga hanya sedikit yang bisa diselamatkan.

Ia mengaku, kondisi taman ini memang lebih rendah dari jalan raya, bahkan terdapat cekungan sehingga saat musim hujan terjadi genangan. Chairul mengatakan, ada keinginan untuk menimbun taman ini namun masih terkenda Karena masih ada asset di atas taman tersebut.

"Kalau mau menimbun maka asset itu harus dihapus dulu karena dulu kan sempat dibangun sejumlah fasilitas," katanya.

Bukan hanya itu, awalnya juga sempat mengajukan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk menata taman ini bahkan rencananya seperti Taman Rozaline namun ternyata yang disetujui hanya Rp 500 juta, itupun anggaran keseluruhan untuk Dinas Perkim dan Pertanahan.

"Tapi kami akan berusaha memaksimalkan anggaran yang ada saja," ujarnya.

Simak Videonya Berikut :

(*)

Penulis: Samir
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved