Gunung Agung Erupsi, Bagaimana Penerbangan dari Bandara SAMS Sepinggan ke Bali?

Jika memang debu vulkanik sudah menutupi aedrome bandara maka bandara ditutup, dan dikeluarkan NOTAM oleh Bandara

Gunung Agung Erupsi, Bagaimana Penerbangan dari Bandara SAMS Sepinggan ke Bali?
TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN
Kesibukan pesawat-pesawat di Bandara SAMS Balikpapan,Kamis (8/6/2017) 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Gunung Agung Bali kembali erupsi, Senin (2/7/2018) malam. Dari pantauan pos pengamatan, tinggi kolom abu mencapai 2 kilomter di atas puncak Gunung Agung.

Kendati demikian hingga Selasa (3/7/2018), Bandara Ngurah Rai Bali masih beroperasi normal. Penerbangan antar daerah masih berjalan termasuk dari Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Masih aman. Airport Bali saat ini tidak tutup. Jadi penerbangan masih normal," kata GM Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan melalui Humasnya, Shively Sanssouci.

Baca: Menelan Kekalahan 3-2 Atas Belgia, Suporter Jepang Tetap Punguti Sampah Usai Pertandingan

Lebih lanjut, Shively menjelaskan operasional bandara bakal ditutup jika air space di bandara terkena debu vukanik.

Hal tersebut juga tak lepas dari pantauan BMKG dan instansi terkait di airport. Mereka bertugas meneliti kondisi serta melihat satelit cuaca Himawari, apakah keadaan udara berpotensi menimbulkan kerawanan penerbangan.

Selain itu khusus untuk Bali, untuk menghentikan operasional bandara, juga melihat pertimbangan Biro Meteorologi Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin (khusus Bali).

Baca: Dilaporkan Tenggelam, 4 Fakta Dibalik Ditemukannya Nining Setelah Hilang 1,5 Tahun di Pelabuhan Ratu

"Jika memang debu vulkanik sudah menutupi aedrome bandara maka bandara ditutup, dan dikeluarkan NOTAM oleh Bandara," bebernya.

Ditambahkan, Shively, debu vulkanik dari erupsi gunung api aktif berbahaya bagi penerbangan.

Debu vulkanik tersebut dapat menggangu penerbangan. Apalagi bila debu tersebut sampai mengenai engine (mesin) pesawat. Tentunya akan berdampak pada keselamatan penerbangan itu sendiri.

"Sebaran debu vulkanik juga tergantung angin penyebarannya. Jika angin tidak menuju ke Bandara, operasional masih bisa berjalan," ungkapnya.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved