Breaking News:

Kelompok Militan Al-Shabaab Larang Penggunaan Tas Plastik

Kelompok militan Al-Shabaab yang dikenal dengan berbagai aksi bersenjatanya di Afrika Timur melakukan langkah tak terduga.

Editor: Priyo Suwarno
Okezone News
Kelompok Militan Somalia 

 MOGADISHU, KOMPAS.com - Kelompok militan asal Somalia, Al-Shabaab yang dikenal dengan berbagai aksi bersenjatanya di Afrika Timur melakukan langkah tak terduga.

Lewat radionya, Radio Andalus, Minggu (1/7/2018), Al-Shabaab mendeklarasikan larangan penggunaan kantong plastik karena benda itu merupakan ancaman serius bagi lingkungan hidup, manusia, dan hewan.

Pasukan kelompok militan Somalia, Al-Shabaab.
Pasukan kelompok militan Somalia, Al-Shabaab. (AP Photo)

Baca: Jet Tempur Irak Bombardir Wilayah Hajin Suriah Timur, 45 Anggota ISIS Tewas

Baca: Model Majalah Pria Dewasa Ini Dirayu dan Dicuci Otak untuk Jadi Anggota ISIS

Baca: Pengadilan Inggris untuk Pertama Kalinya Menghukum Perempuan Simpatisan ISIS di London

Selain itu, kelompok yang oleh AS dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris ini juga segera melarang penebangan pohon-pohon asli Somalia.

Mohamed Abu Abdalla, gubernur Al-Shabaab untuk kawasan Shabelle di wilayah selatan Somalia mengatakan, rincian tentang bagaimana rencana itu akan dijalankan akan segera diumumkan.

Langkah ini tentu menarik perhatian para pakar terorisme di seluruh dunia salah satunya adalah Raffaello Pantucci, pakar kontra-terorisme dari Royal United Services Insttute (RUSI).

Pantucci mengatakan, Al-Shabaab mengambil langkah ini agar dunia melihat kelompok ini mampu menjalankan pemerintahan.

"Sejumlah negara Afrika Timur sudah melakukan larangan serupa dan langkah Al-Shabaab ini adalah upaya menunjukkan bahwa mereka juga bisa menerapkan hukum dan undang-undang layaknya pemerintahan yang sah," ujar Pantucci. "

Meski agak ironis bahwa kelompok yang sama juga melarang penjualan gading yang selama ini mendanai kegiatan mereka di kawasan Tanduk Afrika," lanjut Pantucci.

Tas plastik kini menjadi benda terlarang terbaru di wilayah Somalia yang dikuasai Al-Shabaab setelah musik barat, bioskop, antena parabola, telepon pintar, layanan fiber optik, dan badan-badan kemanusiaan.

VIDEO - Al-Shabaab Menolak Penggunaan Plastik

Baca: Janda Asal Israel Diduga Jadi Pelatih Pasukan ISIS, Ajari Racik Racun hingga Bom Bunuh Diri

Baca: Seram, ISIS Ternyata Rencanakan Serang Anak Pangeran William yang Lucu dan Menggemaskan Ini

Baca: Wakil Ketua MPR: Penemuan Senjata Bukti Pernyataan Hillary Clinton ISIS Dibuat Amerika Serikat

Selama beberapa tahun terakhir, kelompok Al-Shabaab dituding menjadi perancang serangkaian aksi brutal di seantero Afrika Timur.

Pada Oktober 2017, Al-Shabaab melakukan salah satu aksinya yang paling mematikan di Somalia ketika bom truk diledakkan di ibu kota Mogadishu yang menewaskan lebih dari 500 orang. Al-Shabaab yang dinyatakan sebagai teroris oleh AS dan Inggris diyakini memiliki anggota sebanyak 7.000-9.000 orang bersenjata.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kelompok Militan Al-Shabaab Larang Penggunaan Tas Plastik", https://internasional.kompas.com/read/2018/07/03/20344971/kelompok-militan-al-shabaab-larang-penggunaan-tas-plastik.
Penulis : Ervan Hardoko
Editor : Ervan Hardoko

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved