Selama Ramadan dan Lebaran, Arus Uang Masuk ke Kaltim Jauh Lebih Kecil Dibandingkan Uang Keluar

Diketahui, perbankan buka terbatas di 19 Juni lalu, kendati libur cuti bersama baru berakhir 21 Juni.

Selama Ramadan dan Lebaran, Arus Uang Masuk ke Kaltim Jauh Lebih Kecil Dibandingkan Uang Keluar
TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Muhammad Nur 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Arus uang masuk ke Bank Indonesia Kaltim, (Inflow) selama Ramadan dan Lebaran hanya sekitar Rp 466 miliar.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan uang yang dikeluarkan BI di periode yang sama, yakni sebesar Rp 2,7 triliun.

Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengedaran Uang Rupiah, BI Kaltim, I Nyoman Ariawan Atmaja.

Nyoman menuturkan, kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk bertransaksi saat Ramadan dan Lebaran sangat tinggi. Sehingga, arus uang keluar (outflow) jauh lebih tinggi dibandingkan inflow.

"Kebutuhan masyarakat akan uang untuk mudik, liburan sangat tinggi," kata Nyoman.

Arus inflow tersebut berasal dari pengusaha atau masyarakat yang mendapat keuntungan cukup banyak sepanjang Ramadan dan Lebaran.

Diketahui, perbankan buka terbatas di 19 Juni lalu, kendati libur cuti bersama baru berakhir 21 Juni.

Tujuan buka terbatas tersebut tak lain untuk menampung  uang yang didapatkan pengusaha, selama cuti libur lebaran.

"Selama libur lebaran hotel, mall, restaurant, kan menerima uang terus, karena bisnis mereka tidak libur. Otomatis, uang mereka menumpuk. Kan bahaya itu. Makanya, kami dan perbankan buka terbatas, agar pengusaha ini, atau masyarakat yang THR-nya kebanyakan, tetap bisa menyimpan uang di bank," urai Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, Muhamad Nur.

Halaman
123
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved