Ekspose Hasil Penelitian, BPE2HD Paparkan Khasiat Beberapa Tanaman Obat

Beberapa hasil penelitian yang diekspose yakni tanaman hutan yang memiliki khasiat kesehatan.

Ekspose Hasil Penelitian, BPE2HD Paparkan Khasiat Beberapa Tanaman Obat
TRIBUN KALTIM/RAFAN A DWINANTO
dr Kusuma Wijayanti memaparkan banyak tanaman obat yang tak dimaksimalkan masyarakat. 

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (BP2EHD) Kaltim menggelar ekspose hasil-hasil penelitian.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BP2EHD Kaltim, Rabu (4/6/2018).

Beberapa hasil penelitian yang diekspose yakni tanaman hutan yang memiliki khasiat kesehatan.

Contohnya daun Bangkirai, hingga Tengkawang.

Ekspose kali ini mengangkat tema Peningkatan Ekonomi Masyarakat Sekitar KHDTK Melalui Integrasi Hasil Riset Aplikatif Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa.

Baca: Jalur Udara di Berau akan Semakin Ramai, 2 Maskapai Ajukan Rute Baru

"Seminar atau ekspose hari ini merupakan hasil penelitian Balai Besar Hutan Dipterokarpa. Ada makalah seperti tanaman hobat, pembuatan Teh Irai, Bolu Tengkawang, bolu yang pakai minyak Tengkawang dan ada hutan kemasyarakatan," kata Eded Suryadi, Kabid Data dan Informasi BP2EHD.

Seminar ini juga menghadirkan pembicara dari bidang kesehatan, yakni dr Kusuma Wijayanti.

Menurut Kusuma, sangat banyak tumbuhan yang bisa meningkatkan kesehatan masyarakat.

"Di beberapa rumah sakit ternama Tanah Air, bahkan sudah ada Poli Herbal. Di mana pengobatannya menggunakan obat-obatan herbal juga," kata Kusuma.

Bahkan, pengobatan menggunakan bahan-bahan alami saat ini sudah diatur Kementrian Kesehatan.

Bahkan, sudah cukup banyak tenaga medis yang dilatih khusus untuk memberikan pengobatan herbal tersebut.

Baca: Tercemar Ribuan Pakaian Bekas, Pembersihan Pulau Sangalaki Masih Berlanjut

"Bahkan, Kemenkes itu memberikan buku saku kepada tenaga kesehatan untuk terkait tanaman obat apa saja yang sudah diuji klinis dan sebagainya," kata Kusuma.

Secara umum, kata Kusuma, herbal dibagi menjadi dua. Pertama, untuk menjaga kesehatan (self care), dan yang kedua untuk pengobatan.

"Kalau yang untuk menjaga kesehatan itu ya seperti temulawak, Meniran, pegagan yang bisa diolah sendiri dan bisa diminum kapan saja. Tapi ada juga yang untuk pengobatan yang sudah dibuat dalam bentuk simplisia atau kapsul," tuturnya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved