Pilgub Kaltim 2018

Sebut Indikasi Money Politic dalam Pilgub Kaltim, Bawaslu Panggil Gubernur Jumat Ini

ada penyampaian bahwa dasar Gubernur dalam menyampaikan dugaan money politic juga didukung dengan data-data yang beliau miliki.

Sebut Indikasi Money Politic dalam Pilgub Kaltim, Bawaslu Panggil Gubernur Jumat Ini
TRIBUN KALTIM / ANJAS PRATAMA
Ketua Bawaslu Kaltim, Saiful Bahtiar 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA –  Adanya statement Gubernur Awang Faroek dalam Focus Group Discussion yang menyebut-nyebut adanya indikasi money politic dalam Pilkada Kaltim 2018, membuat Bawaslu Kaltim akan melakukan pemanggilan dalam minggu ini.

Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Kaltim, Syaiful Bahtiar, Rabu (4/7/2018).

“Pertama, ini sudah disampaikan pak Gubernur dalam kegiatan resmi FGD kemarin. Terkait adanya informasi awal dari beliau, bahwa ada indikasi praktek money politic dalam Pilkada Kaltim,” ucap Saiful membuka statement.

Baca: Risdianto Jabat Kepala Dinas Penanam Modal dan PTSP Kalimantan Utara

Dijelaskannya, dalam FGD tersebut, ada penyampaian bahwa dasar Gubernur dalam menyampaikan dugaan money politic juga didukung dengan data-data yang beliau miliki.

“Pak Gubernur juga menyatakan bahwa beliau memiliki alat bukti sebagai dasar dalam statement beliau. Sehingga, bagi Bawaslu, ini momentum yang kami tunggu untuk disampaikansecara konkret ke Bawaslu,” ucapnya.

Surat pemanggilan Bawaslu untuk Gubernut tersebut, sudah dikirimkan per hari ini, untuk jadwal pertemuan pada Jumat mendatang.

“Surat resmi sudah saya tanda tangani tadi malam, dan hari ini sudah dikirimkan ke Kantor Gubernur. Apakah ini direspon atau tidak, ini yang kami tunggu dari pak Gubernur. Untuk sampaikan keterangan yang lebih spesifik untuk bagi kami membuka persoalan ini. Jadwal dan isi surat yang saya tanda tangani, itu hari Jumat pagi, yang kami tunggu di Kantor Bawaslu Kaltim. Atau bisa pula kami menunggu informasi dari beliau, apakah kami tunggu di sini  (kantor) atau bagaimana. Substansinya adalah kami minta informasi awal yang disampaikan ke Bawaslu,” kata Syaiful.

Baca: Dua Bocah Kakak Beradik Ini Penumpang KM Lestari Maju Berenang di Laut Akhirnya Berhasil Selamat

Syaiful juga menjawab perihal kemungkinan tak hadirnya Gubernur dalam pemanggilan Bawaslu, yang secara tak langsung juga membuat dugaan money politic ikut menguap.

“Ya, ini kan menjadi tidak elok, tidak bagus. Seyogyanya, beliau sebagai Kepada Daerah dan bagian dari desk Pilkada Provinsi, yang secara tupoksi beliau juga bertanggung jawab untuk kesuksesan Pilkada. Menurut saya, beliau pasti mendukung proses penegakan hukum di Pilkada, yang mungkin tak terawasi oleh kami dan rtak ada yang melapor ke kami,” ucak Saiful.

Dilakukannya pemanggilan tersebut, juga untuk menepis isu-isu di medsos yang seakan-akan ikut menyudutkan Bawaslu Kaltim.

“Yang beredar di media saat ini, seakan-akan Bawaslu membiarkan adanya praktek money politic massif yang terjadi di Kaltim. Padahal, kami sudah tangani sekian banyak proses dan dugaan dalam bantuk misalnya pembagian baju batik. Kemudian ada soal beras yang berstriker dan bernomor urut paslon tertentu. Serta paket-paket lain yang terus kami tindak lanjuti. Ini bentuk penegakan yang kami lakukan,” ucapnya.

Baca: Dua Bocah Kakak Beradik Ini Penumpang KM Lestari Maju Berenang di Laut Akhirnya Berhasil Selamat

Sementara itu, Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Kaltim, Tri Murti Rahayu, menyampaikan belum menerima langsung surat pemanggilan dari Bawaslu untuk pemanggilan Gubernur tersebut.

“Pemanggilan untuk apa ? Yang kemarin statement di FGD ? Suratnya belum kami terima. Nanti akan saya cek,” ucap Tri Murti Rahayu.

Meski demikian, disampaikan bahwa Gubernur sempat memanggil salah satu stafnya yakni , Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Kaltim, A.F.F Sembiring untuk konsultasi persoalan tersebut.

Baca: Rini Nurianti dalam Kondisi Hamil, Gendong Anaknya tak Tetolong Jiwanya Saat Kapal Karam

“Tadi pak Gubernur sempat memanggil pak Sembiring. Nanti informasi ini juga akan saya sampaikan ke pak Gubenur,” ucap Tri Murti

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved