Bakal Calon Rektor Unmul Minta Pilrek Digelar Secara Musyawarah Mufakat, Ini Alasannya
Bakal Calon Rektor Universitas Mulawarman, Asnar berharap pemilihan rektor periode 2018-2022 bisa dilangsungkan dengan sistem musyawarah mufakat.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Tribun Kaltim Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bakal Calon Rektor Universitas Mulawarman, Asnar berharap pemilihan rektor periode 2018-2022 bisa dilangsungkan dengan sistem musyawarah mufakat.
Pengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini tak ingin pemilihan rektor berlangsung dengan sistem pemungutan suara (voting), seperti yang selama ini terjadi.
"Ya, dalam tatib (tata tertib) pemilihan rektor kan diatur soal musyawarah mufakat ini. Kemudian, dalam Pancasila juga disebutkan untuk mencapai keputusan harus dilalui dengan cara musyawarah mufakat," ujar Asnar.
Sistem pengurusan suara, menurut Asnar, selalu menyisakan kubu-kubuan setelah Pilrek berlangsung.
Tak jarang, kubu yang berseberangan dengan calon rektor terpilih, akan terpinggirkan.
Baca: 19 Siswa Lulusan SMA Kaltara Diterima di PTN, 10 di Antaranya Anak-anak Pedalaman Malinau!
"Makanya, Pilrek kali ini harus musyawarah mufakat. Karena kalau voting lagi, endingnya bakal tidak bagus. Bisa musuh-musuhan seperti yang terjadi selama ini," ungkap Asnar.
Sistem kubu-kubuan usai gelaran Pilrek, menurut Asnar, sangat tidak sehat untuk perkembangan Unmul.
"Ya kan tidak bagus untuk roda organisasi Unmul jika ada sumber daya manusia yang kompetensinya bagus, tapi tak dipakai hanya karena berseberangan waktu Pilrek. Selama ini yang terjadi seperti itu," katanya.
Baca: Hadapi Perseru, Borneo FC Tanpa 3 Pemain Andalan
Lantaran terpinggirkan, lanjut Asnar, akhirnya sumber daya manusia yang berkompeten tadi, enggan berkontribusi untuk kampusnya.
"Ya akhirnya dia malas-malasan ke kampus. Yang seperti ini harus dihindari dalam proses Pilrek," tutur Asnar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jadwal-pemilihan-rektor_20180706_194154.jpg)