Senin, 20 April 2026

Resmi Letakkan Jabatan, Alimuddin Titip 2.900 Pelanggan ke Dirut Baru

Alimuddin, resmi meletakkan jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Kencana Samarinda per 5 Juli 2018.

Penulis: Doan E Pardede |
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Alimuddin, mantan Dirut PDAM Tirta Kencana menyampaikan kata-kata perpisahan di hadapan seluruh karyawan dalam Apel Pagi yang digelar di halaman kantor PDAM Tirta Kencana, Jalan Tirta Kencana Samarinda, Jumat (6/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Alimuddin, resmi meletakkan jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Kencana Samarinda per 5 Juli 2018.

Saat ini, Pemkot Samarinda tengah menggelar seleksi untuk memilih Dirut PDAM Tirta Kencana yang baru.

Pemkot Samarinda sendiri telah menunjuk Yusrianyah, Direktur Bidang Umum dan Keuangan PDAM Tirta Kencana sebagai Penjabat Sementara (PJs) Dirut.

Alimuddin ketika menyampaikan kata-kata perpisahan di hadapan seluruh karyawan yang menghadiri apel pagi di halaman kantor PDAM Tirta Kencana, Jalan Tirta Kencana, Jumat (6/7/2018) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika selama 8 tahun belakangan menjabat Dirut, ada kesalahan yang sudah diperbuat dengan sengaja ataupun tidak disengaja.

Dia juga berharap agar seluruh karyawan tetap bersemangat untuk mewujudkan Visi dan Misi PDAM Tirta Kencana.

Baca: Hadapi Perseru, Borneo FC Tanpa 3 Pemain Andalan

"Maafkanlah saya kalau ada hal-hal yang tidak berkenan di hati," katanya.

Alimuddin yang ditemui usai apel pagi menuturkan bahwa ada banyak kesan yang didapat selama memimpin PDAM Tirta Kencana.

Masih terekam jelas di dalam ingatan, menurutnya adalah saat-saat awal menjabat sebagai Dirut.

Kala itu, yang pertama dilakukannya adalah mendata seluruh aset dan menghitung nilai kekayaan yang dimiliki PDAM Tirta Kencana.

Hal ini menurutnya cukup penting untuk menentukan apa-apa saja permasalahan yang ada di lapangan serta langkah apa yang akan diambil ke depannya.

Tak ketinggalan, dia juga menginventarisir segala sesuatu yang berkaitan dengan sisi produksi, distribusi dan hal-hal lain di lapangan.

Baca: Embun Beku Melanda Dieng, Hamparan Tanaman Hijau Berubah Memutih Seperti Salju

Faktanya saat itu, kata Alimuddin, belum seluruh masyarakat Kota Samarinda bisa menikmati air bersih.

Ada juga yang sudah menjadi pelanggan PDAM tapi tak bisa menikmati air bersih selama 24 jam.

"Saya bandingkan antara produksi dan kebutuhan masyarakat. Ternyata pada saat itu masih banyak yang kurang. Air kita kurang dan distribusinya masih banyak yang harus dibenahi," ujarnya.

Berbekal semua informasi tadi, dia akhirnya menyusun rencana strategis, yang selanjutnya menjadi rencana induk PDAM Tirta Kencana.

Tak ketinggalan, dia terus berupaya memotivasi seluruh karyawan agar tetap bersemangat dalam mencapai target-target yang ditetapkan.

Harus diakui, kata dia, tantangan yang dihadapi cukup berat.

Apalagi, pihaknya juga harus berpacu dengan tingginya pertumbuhan di Kota Samarinda.

Apa yang sudah dilakukan menurutnya tidak sia-sia. Saat ini, sudah sekitar 96 persen masyarakat menjadi pelanggan PDAM Tirta Kencana.

Walau secara persentase sudah cukup baik, masih ada Pekerjaan Rumah (PR) besar yang harus dituntaskan Dirut baru nantinya.

Di mana tahun 2017 lalu, kata Alimuddin, masih ada sebanyak 2.900 pelanggan yang belum mendapatkan air bersih selama 24 jam.

"Ini akan terus menjadi target," ujarnya.

Target besar yang juga menjadi PB Dirut baru adalah 100 persen masyarakat harus sudah bisa teraliri air bersih selama 24 jam di tahun 2019 mendatang.

Baca: Nasi Tutug, Citarasa Pedas Plus Ikan Asin Khas Kuliner Jawa Barat yang Nikmat Banget

Selain memang sudah menjadi kewajiban, target 100 persen ini juga merupakan instruksi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR.

Memang, kata dia, makna 100 persen terlayani air bersih ini tak seluruhnya harus melalui jaringan PDAM.

Sumber air bersih bisa berasal dari sumur, atau sumber-sumber air lainnya.

"Memang 100 persen terlayani air bersih itu bisa dari sumur atau lainnya. Tapi kita berharap yang untuk Samarinda, 100 persennya itu berasal dari jaringan PDAM," ujarnya.

Andai bisa memilih, kata Alimuddin, dia berharap agar penggantinya sebagai Dirut berasal dari internal PDAM Tirta Kencana yang ada saat ini.

Alasannya, "orang-orang dalam" inilah yang benar-benar paham kondisi PDAM Tirta Kencana, dengan segala kompleksitas permasalahan yang ada di dalamnya.

Berbeda dengan orang baru, yang tentunya masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan kondisi tempat kerja baru.

Padahal di sisi lain, kebutuhan air bersih masyarakat tidak mengenal jeda.

Namun, kata dia, siapapun yang akan menjabat Dirut nantinya diserahkan kepada Tim Seleksi Pemkot Samarinda.

"Kalau bisa dari dalam saja, yang ada ini. Kalau dari luar kan perlu waktu beradaptasi dan lain-lain," ujarnya.


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved