Piala Dunia 2018

Empar Besar Piala Dunia, Mantan Juara versus Penantang Baru

KONTESTAN Piala Dunia 2018 makin mengerucut. Mereka yang lemah telah tumbang, dan tinggal menyisakan empat tim terkuat.

Empar Besar Piala Dunia, Mantan Juara versus Penantang Baru
IST/Grafis
Babak Perempat Final Piala Dunia 2018

TRIBUNKALTIM.CO - KONTESTAN Piala Dunia 2018 makin mengerucut. Mereka yang lemah telah tumbang, dan tinggal menyisakan empat tim terkuat. Semuanya berasal dari Eropa, yakni Prancis, Belgia, Inggris, dan Kroasia.

Ini merupakan all-European semi-finals kelima dalam sejarah Piala Dunia. Sebelumnya, hal yang sama cuma pernah tersaji di edisi 1934, 1966, 1982 dan 2006. Berbicara tradisi, perbedaan keempat tim ini sebenarnya tak begitu jomplang. Hanya Inggris dan Prancis yang pernah mencicipi gelar juara. Itu juga tak banyak, masing-masing hanya mengemas satu trofi.

Namun dari kontestan lain, Prancis menjadi yang terdepan karena semifinal kali ini adalah yang keenam sepanjang perhelatan mereka di Piala Dunia. Meski laju mereka tak selalu mulus di sana.

Hanya dua kali Les Bleus berhasil melanjutkan langkahnya ke final. Sekali berakhir indah--saat juara pada edisi 1998. Sisanya berujung pilu karena keok dari Italia di partai puncak. Sedangkan tiga kesempatan lainnya berakhir dengan kegagalan.

Baca: Persib Bandung Banjir Hukuman dari Komdis PSSI

Bagi Inggris, nama besar nyatanya tak menjamin eksistensi mereka di Piala Dunia. Buktinya, hanya dua kali mereka melaju hingga babak semifinal.

Pengalaman pertama tim Tiga Singa berakhir indah karena sukses ditutup dengan trofi juara edisi 1966. Berjarak 24 tahun setelahnya, mereka kembali melaju ke fase yang sama. Sayang, kegagalan Stuart Pearce dan Chris Waddle menjalankan tugasnya di babak adu penalti membuat Inggris takluk dari Jerman Barat. Inggris kembali menerima kekalahan empat hari berselang. Kali ini dari tuan rumah Italia, sekaligus membuat mereka harus puas nangkring di peringkat keempat Piala Dunia 1990.

Pelatih Inggris, Gareth Southgate menyebut apa yang sudah dilalui timnya saat ini di luar ekspektasi. "Ini adalah sesuatu yang istimewa selama saya menjadi pelatih Inggris sampai sejauh ini," kata dia usai laga melawan Swedia, seperti dikutip dari laman FIFA.

Baca: Inilah Perbandingan Populasi Penduduk Negara Semifinalis Piala Dunia 2018

Adapun Belgia, jauh sebelum generasi emas tercipta, mereka sudah pernah mencicipi rasanya tampil di semifinal Piala Dunia, tepatnya pada edisi 1986. Kala itu Jan Ceulemans dan kawan-kawan lolos ke fase knock-out sebagai peringkat ketiga terbaik. Namun langkah mereka melaju ke final kemudian dikandaskan Argentina yang akhirnya keluar sebagai pemenang turnamen. Langkah mereka meraih posisi ketiga juga turut buyar setelah kalah 2-4 dari Prancis.

Kroasia setali tiga uang dengan Belgia. Babak semifinal kali ini adalah pengalaman kedua mereka. Namun, mereka sedikit lebih baik karena sukses langsung finis di posisi ketiga, pada keikutsertaan perdana pula.

Di semifinal nanti Prancis (1998) dan Inggris (1966) yang berstatus sebagai mantan juara akan menghadapi Belgia dan Kroasia sebagai tim yang belum pernah mencicipi gelar. Prancis berhadapan dengan Belgia di Saint Petersburg, Rabu (11/7) dini hari. sesudahnya Harry Kane dkk akan bentrok dengan Luka Modric cs di Stadion Luzhniki.

Sepanjang sejarah, Prancis dan Belgia sudah kerap bersua. Total kedua tim sudah 73 kali bertemu dengan 24 kemenangan untuk Prancis, 19 seri, dan 30 kemenangan untuk Belgia. Namun, di pentas Piala Dunia mereka baru dua kali bentrok dan keseluruhannya dimenangi Les Bleus.

Baca: Banyak Pemain Kunci di Klub Top Eropa, Lukaku Berharap Belgia Bisa Cetak Sejarah

Edisi 1986, kedua tim bertemu merebutkan peringkat ketiga. Saat itu Prancis yang diperkuat Jean-Pierre Papin menang 4-2 usai mengarungi babak perpanjangan waktu. Kemudian edisi 1938, Prancis menang 3-1 atas Belgia di babak 16 besar.

Lalu, bagaimana dengan pertemuan Kroasia dan Inggris? Keduanya memang belum pernah bersua di Piala Dunia. Namun, secara total mereka telah berjumpa 7 kali. Inggris unggul dengan 4 kemenangan. Sementara Kroasia baru meraih 2 kemenangan. Satu laga lainnya berakhir imbang.

Dari tujuh pertemuan itu, Inggris mengemas 18 gol ke gawang Kroasia dan kemasukan 10 gol. Meski demikian, Kroasia saat ini tampak begitu tangguh. Luka Modric cs menjadi salah satu semifinalis yang belum menderita kekalahan sejak awal turnamen, termasuk ketika secara meyakinkan menggasak Argentina 3-0 di fase grup. (tribunnews/dod)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved