Ini Permintaan Guru Honor Untuk Gubernur dan Wagub Kaltim Terpilih

KPU Kaltim telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Gubernur Kaltim dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim

Ini Permintaan Guru Honor Untuk Gubernur dan Wagub Kaltim Terpilih
Istimewa
Wahyudin Ketua FS PTTH Kaltim 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - KPU Kaltim telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Gubernur Kaltim dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim tahun 2018, Minggu (8/7/2018) malam.

Hasilnya, pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Isran Noor - Hadi Mulyadi menduduki posisi teratas perolehan suara.

Berakhirnya rekapitulasi suara ini juga mendapat respon positif dari Forum Solidaritas Pegawai Tidak Tetap Harian (FS PTTH) Fesdikari Kaltim.

Baca: Universitas Airlangga Kaji Pelayanan Dasar di Balikpapan

"Pertama, kami mengucapkan selamat kepada pasangan Isran - Hadi yang telah berhasil memeroleh suara terbanyak di Pilgub Kaltim," ujar Wahyudin kepada Tribunkaltim.co, Senin (9/7/2018).

Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, FS PTTH Fesdikari menggantungkan sejumlah harapan. Diharapkan dengan adanya pemimpin baru, kehidupan para tenaga honorer khususnya guru honorer bisa lebih baik. Apalagi dengan Wakil Gubernur yang berlatar belakang pendidik, nasib guru honorer ini diharapkan mendapat perhatian khusus.

"Kita berharap Isran - Hadi bisa memperjuangkan dan memperhatikan nasib tenaga honorer, baik dari segi kesejahteraan, kesehatan dan payung hukum untuk para tenaga honorer," ujarnya.

Baca: Terlibat Peredaran Ganja di Balikpapan, 5 Pemuda Ditangkap Polisi

Bentuk konkretnya, Pemprov Kaltim bisa menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang bisa menaungi dan melindungi tenaga-tenaga honorer yang ada di Kaltim.

Terkait upah, Wahyudin juga berharap agar apa yang disampaikan dalam debat kadidat putaran kedua bisa direalisasikan.

Kala itu, ujar Wahyudin, paslon nomor 3 memang sudah berjanji akan meningkatkan kesejahteraan para tenaga honorer, dengan memberikan upah minimal setara Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim.

Baca: Anaknya Ingin Ibu dan Ayahnya Rujuk, tapi Ini Jawaban Nafa Urbach

Diharapkan, apa yang sudah dilakukan Isran Noor semasa menjabat Bupati Kutim, yang memberikan upah tenaga honorer setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kutim bisa kembali dilakukan di Pemprov Kaltim.

"Mudah-mudan program yang pernah beliau jalankan di Kutim bisa beliau bawa Ke Kaltim," kata Wahyudin.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved