Breaking News:

Api dan Asap Masih Terlihat di Lokasi Insiden Kapal Terbakar Pelabuhan Benoa

Api dan asap hitam masih terlihat pada beberapa kapal yang berada di dermaga barat Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali

Editor: Ayuk Fitri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Tim Gabungan PBPBD Denpasar dan kepolisian memadamkan api yang membakar puluhan kapal di Pelabuhan Benoa,Denpasar, Senin (9/7). Hingga saat ini sumber kebakaran masih belum diketahui. 

TRIBUNKALTIM.CO - Api dan asap hitam masih terlihat pada beberapa kapal yang berada di dermaga barat Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Selasa (10/7/2018) pagi meski dalam intensitas kecil.

Dan lokasi kebakaran puluhan kapal tersebut mencuri perhatian warga sekitar yang hendak mengabadikan gambarnya.

Terlihat juga beberapa warga ikut memadamkan api yang masih membakar kapal bersama beberapa awak buah kapal mulai membongkar kapal yang hangus kemarin.

"Saat ini api mulai mereda namun demikian karena angin yang kencang, api kembali muncul, namun saya kira tidak terlalu mengkhawatirkan karena lokasi juga sudah terisolir. Kondisi saat ini sebagian badan kapal hangus terbakar," ungkap Kasie Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Benoa, Muhammad Mustajab.

Mustajab menyampaikan pemilik kapal yang kapalnya hangus terbakar harus disingkirkan agar tidak menganggu atau memenuhi areal dermaga dan diupayakan nantinya dilakukan pembersihan.

Saat ini nampak satu unit mobil pemadam kebakaran dan petugas standby di dermaga barat Pelabuhan Benoa.

Kebakaran Ancam Pelestarian Mangrove

Aparat penegak hukum dan pemerintah diminta mengusut kebakaran puluhan kapal yang terjadi di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa Bali, Senin (9/7/2018) dinihari.

Pasalnya, peristiwa yang membakar sejumlah kapal tersebut mengancam kelestarian hutan mangrove yang banyak mendapat apresiasi dari komunitas Internasional.

Pendiri Forum Peduli Mangrove (FPM) Heru B Wasesa mengatakan, musibah kebakaran tersebut sangat merugikan kelestarian hutan mangrove di lokasi. 

Dirinya pun menyayangkan atas peristiwa kebakaran yang terjadi.

"FPM sebagai pihak yang merawat jutaan  mangrove kawasan Teluk Benoa meminta pertangung jawaban baik materiil dan hukum terhadap ketelodaran yang mengakibatkan kebakaran. Pemerintah dalam hal ini harus bertindak tegas dan masyarakat harus protes keras," kata Heru kepada wartawan di Jakarta.

Sebagai pemerhati lingkungan, FPM kata Heru berusaha memperhatikan dan merawat hutan manggrove di kawasan tersebut.

Sementara Komang Gede Subudi tokoh masyarakat Bali mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Api dan Asap Masih Terlihat Di Kapal Yang Terbakar di Pelabuhan Benoa, TKP Jadi Perhatian Warga

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved