Masyarakat jadi Kunci Keamanan Wilayah, Polri Percaya Diri Tatap Agenda Politik 2019 di Kaltim

Kendati demikian, keberhasilan menjaga situasi keamanan dan ketertiban negara bukan lantas menjadi milik aparatur keamanan negara saja.

Masyarakat jadi Kunci Keamanan Wilayah, Polri Percaya Diri Tatap Agenda Politik 2019 di Kaltim
TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN
Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto saat diwawancarai wartawan Tribunkaltim.co, di rumah jabatannua di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Selasa (10/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

Keikutsertaan masyarakat jadi kunci terciptanya keamanan di wilayah. Hal itulah yang membuat negara tetangga iri melihat Indonesia. Negara ini memilki masyarakat majemuk. Terdiri dari ribuan suku bangsa, beragam agama, bermacam-macam partai politik, namun tetap dapat mengelola keamanan hingga saat ini. Kesadaran itulah yang ingin disampaikan Kapolda kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto dalam semangat HUT Bhayangkara ke 72 tahun 2018.

TRIBUNKALTIM.CO - AGENDA politik akbar negara ini bakal berlangsung pada tahun 2019 mendatang. Pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 jadi denyut perjalanan urat nadi demokrasi Indonesia.

Kepolisian dan TNI jadi tulang punggung, yang bertanggungjawab menjaga keamanan negara. Sesuai dengan tupoksi mereka.

Kendati demikian, keberhasilan menjaga situasi keamanan dan ketertiban negara bukan lantas menjadi milik aparatur keamanan negara saja. Masyarakat masuk dan ikut andil dalam terciptanya kondusifitas keamanan. 

"Negara tetangga kita belajar bagaimana Indonesia mengelola keamanan, berkaitan dengan pelaksanaan pemilu di Indonesia. Mereka melihat potensi kerawanan di Indonesia besar, tapi mengapa bisa dikelola dengan baik," kata jenderal bintang 2, Selasa (10/7/2018) di kediamannya.

Menurut Priyo, Polri sebagai lembaga keamanan negara wajib berperan menumbuhkan kesadaran masyarakat menciptakan situasi aman, setidaknya bagi lingkungan tempat tinggal mereka.

Sekaligus membangun paradigma berpikir bahwa keamanan merupakan milik masyarakat itu sendiri. Situasi kondusif bukan hanya kepentingan kepolisian semata.

"Kuncinya cuma 1, yakni keikutsertaan masyarakat menciptakan situasi kondusif. Contohnya Pilkada 2018, karena semua komponen masyarakat termasuk Paslon memiliki kesadaran itu, sehingga Pilkada Kaltim kondusif," tuturnya.

Baca juga:

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved