Puluhan Caleg Kota Balikpapan Berburu Surat Bebas Narkoba

Mereka harus membuktikan tubuhnya bersih dari narkoba melalui test urine. Salah satu lembaga negara yang dapat mengeluarkan surat tersebut

Puluhan Caleg Kota Balikpapan Berburu Surat Bebas Narkoba
ilustrasi narkoba 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebanyak 73 calon legislatif (caleg) di Balikpapan mengurus surat keterangan bebas narkoba (SKBN) di BNNK Balikpapan. Ya, bersih dari narkoba merupakan salah satu syarat yang harus dipatuhi calon wakil rakyat.

Mereka harus membuktikan tubuhnya bersih dari narkoba melalui test urine. Salah satu lembaga negara yang dapat mengeluarkan surat tersebut yakni BNN.

Kepala BNNK Balikpapan, Kompol Muhammad Daud mengatakan beberapa hari belakangan ini puluhan warga yang mengaku tes urine untuk pencalonan legislatif berdatangan.

Baca: BPOM Akhirnya Beri Klarifikasi Soal Susu Kental Manis, Ada Susu yang Dipekatkan

"Total ada 72 caleg tes urine di BNNK Balikpapan. 1 warga pencalonan DPD RI," katanya.

Lanjut Daud, dari hasil pemeriksaan urine para caleg, sejauh ini belum ada terindikasi positif narkoba. "Belum ada, semua negatif," tuturnya.

Pihaknya menjamin bahwa pelayanan tes urine di BNN tak dipungut biaya. Warga termasuk caleg hanya datang membawa test kit masing-masing. Alat identifikasi urine tersebut dijual di apotik-apotik. BNN tak menjual alat tersebut.

"SKBN sebagai salah satu syarat mereka dalam pencalonan yang ditetapkan KPU," jelasnya.

Baca: Belum Dipakai, Jembatan Kaca Burake di Tana Toraja Sudah Retak

Khusus caleg, diwajibkan menggunakan test kit dengan parameter 6 standar nasional. Alat tersebut dapat mendeteksi seluruh zat yang mengandung narkoba, termasuk obat medis terlarang tanpa resep dokter.

"Harganya itu paling mahal Rp 120 ribu. Nah, kalau casis atau pencari kerja tak wajib, parameter 4 cukup yang harganya Rp 45 ribu," tuturnya.

Baca: Wow, Mobil Rancangan Mahasiswa Indonesia Berjaya di London

"Saya tekankan. Untuk mendapatkan SKBN tak dipungut biaya. Hanya saja mengikuti aturan yang berlaku," sambungnya.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved