Kepala Disdikbud Kaltara Sebut Tidak Ada PPDB Gelombang Dua Tingkat SMA/MA/SMK

PPDB sudah selesai 6 Juli lalu dan tidak ada lagi PPDB gelombang kedua. Apalagi 9 Juli lalu sudah dilakukan proses belajar

Kepala Disdikbud Kaltara Sebut Tidak Ada PPDB Gelombang Dua Tingkat SMA/MA/SMK
Tribun Kaltim/Junisah
Beberapa orangtua siswa beberapa waktu lalu mendatangi Kantor Perwakilan Disdikbud Kaltara meminta kepada agar anaknya bisa masuk di SMKN 3 Tarakan yang masih memiliki kuota. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pupus sudah harapan orangtua siswa yang menginginkan anaknya diterima masuk di sekolah negeri lanjutan atas, terutama SMKN 3  Tarakan Provinsi Kaltara yang masih memiliki kuota sebanyak 79 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Sigit Muryono menegaskan, bahwa Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/MA/SMK telah selesai 6 Juli lalu. Artinya tidak ada lagi PPDB gelombang kedua.

“PPDB sudah selesai 6 Juli lalu dan tidak ada lagi PPDB gelombang kedua. Apalagi 9 Juli lalu sudah dilakukan proses belajar masa perkenalan lingkungan. Jadi tidak ada lagi peluang PPDB, sehingga kita ikuti aturan saja,” tegasnya, Rabu (11/7/2018) usai hadiri Acara HUT Bhayangkara di Taman Berkampung Kota Tarakan.

Baca: Lebih Kaya dari Raja Salman, Ternyata Begini Gaya Hidup Sultan Brunei dan Keluarganya

Pria yang biasa dipanggil Sigit mengungkapkan, dalam aturan yang ada di SMKN 1 itu minimal satu kelas ada 15 siswa. Kalau ada 15 siswa di dalam satu kelas, jadi sudah layak ada satu rombongan belajar (rombel) dan telah memenuhi ketentuan yang ada.

“Kalau di dalam kelas sudah ada 15 siswa, berarti memenuhi rombel. Jadi mari kita menegakkan aturan yang ada dan privasi lembaga satuan pendidikan. Untuk itu kita komitmen sajalah, jangan bikin acara diluar aturan. Negara ini memiliki aturan yng hrus dipatuhi,” ujarnya.

Menurut Sigit, PPDB yang dilakukan beberapa waktu lalu sudah sesuai dengan petujuk teknis (juknis) dan ketentuan yang ada permendikbud.

Baca: Mantap Dukung Jokowi, Golkar Tak Masalah Bila Jokowi Pilih Cawapres Non Partai

Di PPDB ini dilakukan berbagai jalur, mulai dari gakin, mutasi, prestasi dan reguler atau zonasi.

“Di PPDB ini kita mengutamakan siswa gakin untuk mendapatkan pendidikan. Sehingga orangtua yang anaknya tidak dapat masuk negeri, lebih baik masuk ke sekolah swasta saja. Di Tarakan ini banyak kok SMK dan SMA swasta dan  sampai saat ini kuotanya masih ada,” ujarnya.

Sigit mengatakan, tidak adanya PPDB gelombang kedua, karena pihaknya mmeberikan kesempatan kepada SMA/SMK swasta untuk dapat berkembang. Sebab SMK/SMA swasta juga memberikan andil cukup besar terhadap pendidikan di Kaltara.

Diakui Sigit,PPDB tahun ini tentunya akan terus dievaluasi pihaknya agar PPDB tahun mendatang menjadi lebih baik. P

PDB yang akan dievaluasi, salah satunya siswa gakin yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Baca: Ternyata Ngomel di Kantor Bisa Kurangi Stres Lho. . .

“Kami meminta kepada sekolah yang menerima siswa gakin dengan menggunakan SKTM  wajib dilakukan verifikasi, ternyata ditemukan ada siswa gakin yang menggunakan SKTM mendadak menjadi miskin, padahal orangtua siswa itu tergolong orang mampu,” katanya.

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved