Kesadaran Warga Dianggap Masih Minim, Polisi Gelar Patroli Keselamatan Berlayar di Sungai Mahakam

Dengan menggunakan dua speed boat, personel kepolisian dengan menggunakan persenjataan lengkap

Kesadaran Warga Dianggap Masih Minim, Polisi Gelar Patroli Keselamatan Berlayar di Sungai Mahakam
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda menggelar patroli rutin di perairan sungai Mahakam, serta sosialisasi tentang alat keselamatan berlayar, Rabu (11/7/2018). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tak ingin ada korban jiwa akibat laka air yang terjadi di wilayah hukum Polresta Samarinda, jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) menggelar patroli keselamatan berlayar.

Dengan menggunakan dua speed boat, personel kepolisian dengan menggunakan persenjataan lengkap, dan memakai alat keselamatan berlayar mulai menyusuri sungai Mahakam.

Tempat pertama yang disambangi oleh petugas yakni lokasi pengerjaan jembatan Kembar, terlihat masih banyak pekerja yang tidak menggunakan alat kesemalatan, seperti life jacket.

Baca: Bertemu Calon Bupati dan Wakil Bupati PPU Terpilih, Yusran Aspar Titip Proyek Ini

Setelah itu, petugas mendatangi dermaga Mahakam Ulu, dermaga tempat sandarnya kapal tradisional pengangkut penumpang dan barang tujuan Samarinda-Melak, juga terlihat tidak ada penumpang yang menggunakan life jacket selama di kapal.

Tini (34), salah satu penumpang mengaku tidak menggunakan life jacket selama diperjalanan, pasalnya dirinya dan keluarganya sudah terbiasa tidak menggunakan life jacket, walapun pengelola kapal sudah menyediakan dan meminta penumpang untuk menggunakan life jacket.

"Sudah biasa, jadi tidak pakai, karena aman saja perjalanannya," ucapnya singkat, Rabu (11/7/2018).

Baca: Tanggapan AGM Soal Jembatan Tol Penajam - Balikpapan

Selain memberikan himbauan, petugas juga memperagakan penggunaan life jacket yang benar kepada penumpang, juragan kapal, serta pekerja diproyek pembangunan jembatan Kembar.

Patroli itu juga sekaligus antisipasi terjadinya aksi premanisme yang kerap terjadi di sungai Mahakam, yang kerap beraksi dengan sasaran tug boat penarik tongkang batu bara.

Namun, pada patroli tersebut tidak didapati adanya preman yang beraksi.

"Kita lakukan ini karena masih banyak yang belum sadar pentingnya menggunakan alat keselamatan berlayar, terlebih di kapal tradisional, mereka kerap abai dengan keselamatan sendiri," ucap Wakapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda, AKP Budiarso, Rabu (11/7/2018).

Baca: Lebih Kaya dari Raja Salman, Ternyata Begini Gaya Hidup Sultan Brunei dan Keluarganya

"Selain patroli keselamatan berlayar, kita juga lakukan pemantauan kesejumlah titik yang kerap terjadi aksi premanisme," tambahnya.

Patroli serupa pun akan terus dilakukan pihaknya, guna mencegah jatuhnya korban jiwa saat terjadi insiden, termasuk antisipasi aksi premanisme di sungai Mahakam. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved