Begini Cara Warga di Kotabangun Ilir Memanfaatkan Dana Desa

Dana Desa (DD) yang dikucurkan Pemerintah Pusat, digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan desa.

Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Trinilo Umardini
ISTIMEWA
Jajaran DPMPD Kaltim meninjau pembangunan irigasi di Desa Kota Bangun Ilir. 

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dana Desa (DD) yang dikucurkan Pemerintah Pusat, digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan desa.

Terutama infrastruktur yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Kotabangun Ilir, Kecamatan Kotabangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Warga desa tersebut sudah mulai merealisasikan kucuran DD tahap II tahun 2018.

Salah satunya direalisasikan untuk pembangunan irigasi pembuangan air di lahan pertanian masyarakat.

Baca: Di Lamaru yang Panas, Stroberi Ternyata Bisa Tumbuh Subur di Tangan Achmad

"Ini untuk memudahkan petani agar langsung bisa bercocok tanam setelah banjir. Mengingat sebelumnya banjir sering menjadi kendala petani mengembangkan usaha pertaniannya karena air luapan Sungai Mahakam yang naik tidak bisa turun dengan lancar kembali ke sungai saat sudah surut," ujar Kepala Desa Kotabangun Ilir, Jasri saat mendampingi jajaran DPMPD Kaltim monitoring, evaluasi, dan supervisi DD di wilayah Kukar.

Kondisi tersebut menghambat petani bercocok tanam sesuai target perencanaan musim tanam yang ditetapkan.

Karenanya masyarakat mengusulkan pembangunan irigasi pembuangan air dimaksud melalui program pembangunan desa menggunakan DD.

Kegiatan sudah beberapa tahun dianggarkan tapi baru tahun ini direalisasikan.

Baca: Audy Item Sering Dihujat soal Body Shaming, Iko Uwais: Saya Akan Bela Istri sampai Mati!

Dulu karena banjir terus sehingga anggaran yang sudah dialokasikan menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) anggaran pembangunan.

Sekarang begitu dianggarkan, kondisi alam mendukung dan anggaran sudah turun sehingga langsung segera direalisasikan.

"Makanya pengerjaan ditarget harus tuntas selama satu bulan kedepan. Sebab mulai September ke atas curah hujan biasanya tinggi dan air sungai naik. Pekerjaan tidak akan bisa dilaksanakan jika banjir," katanya.

Untuk diketahui, pelaksanaan kegiatan menggunalan DD tahap II senilai sekitar Rp 202.000.000 dengan pola padat karya tunai.

Pelaksanaannya melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaksana kegiatan.

Baca: Keluarga Khawatir Nama TGB Masuk Bursa Cawapres Jokowi

Diharap membantu meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Khususnya petani karena kegiatan dilaksanakan untuk membantu petani mengembankan usaha pertaniannnya, yakni memudahkan melaksanakan perencanan musim tanamanya tanpa takut terganggu banjir. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved