Daging Ilegal dan Ratusan Komoditi Pertanian Asal Malaysia Dibakar

Karantina Tarakan wilayah kerja Nunukan dan Sebatik kembali melakukan pemusnahan daging illegal dan komoditi pertanian asal Malaysia

Daging Ilegal dan Ratusan Komoditi Pertanian Asal Malaysia Dibakar
HO/KARATINA TARAKAN WILAYAH KERJA NUNUKAN DAN SEBATIK
Pemusnahan daging illegal dan komoditi pertanian asal Malaysia yang dibakar oleh Karantina Tarakan Wilayah Kerja Nunukan dan Sebatik bersama instansi terkait 

TRIBUNKALTIM.CO - Karantina Tarakan wilayah kerja Nunukan dan Sebatik kembali melakukan pemusnahan daging illegal dan komoditi pertanian asal Malaysia. Kali ini yang dimusnahkan2,5 ton daging dan ratusan kilogram komoditi pertanian yang masuk wilayah Nunukan secara illegal.

Ratusan kilogram komoditi pertanian asal Malaysia yang dimusnahkan ini berupa, 19 ekor ayam hidup, 230 batang pohon kelapa sawit, 105 biji benih kelapa sawit, dan 1 ton buah dan sayuran. Pemusnahan ini dilakukan dengan cara dibakar di sebuah lahan yang berada di dekat Kantor Karantina Wilayah Kerja Nunukan, Kamis (12/7/2018) kemarin. 

Kepala Karatina Tarakan, Nuralim T Kimin mengungkapkan, daging dan komoditi pertanian asal Malaysia masuk ke wilayah Nunukan, karena tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal Malaysia dan tanpa ada dokumen resmi lainnya.

Baca: Menteri PUPR Segera Renovasi Rumah Muhammad Zohri Secara Menyeluruh

“Daging illegal dan komoditi pertanian asal Malaysia yang dimusnahkan ini, merupakan barang bukti hasil tangkapan yang dilakukan mulai Oktober tahun  2017 sampai Juni tahun 2018,” ucap Nuralim lewat rilisnya kepada Tribun, Jumat (13/72018).

Nuralim mengatakan,barang bukti ini hasil tangkapan yang dilakukan antara kerjasama Karantina Tarakan Wilayah Kerja Nunukan dengan satuan keamanan lainnya, yakni Satgas Pamtas RI-Malaysia, Yonif 612/ Manuntung dan Pangkalan TNI AL Nunukan.

Baca: Walikota Samarinda Sindir Kepala Dinas, Sebut Sering Minta Tiket Kepada Pengusaha

“Dengan adanya kerjasama dan sienergitas tim di lapangan kami mengucapkan terimakasih. Ini merupakan upaya membantu tugas pokok karantina dalam mencegah dan masuk serta tersebarnya hama dan penyakit berbahaya yang masuk ke wilayah negara Indonesia,” ujarnya.

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved