Edisi Cetak Tribun Kaltim

Megapungli TPK Palaran, Kuasa Hukum Jamin Abun tak Akan Pergi

Tim Kuasa Hukum Hery Susanto alias Abun hingga saat ini belum mendapatkan salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

Megapungli TPK Palaran, Kuasa Hukum Jamin Abun tak Akan Pergi
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Hery Susanto (Abun) 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Christoper Desmawangga

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tim Kuasa Hukum Hery Susanto alias Abun hingga saat ini belum mendapatkan salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

Roy Hendrayanto, selaku kuasa hukum Abun menjelaskan, kendati pihaknya telah mengetahui salah satu terdakwa kasus pungli TPK Palaran, yakni Dwi Hari Winarno telah dieksekusi Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda, namun hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan salinan putusan tersebut.

"Saat mengetahui Pak Dwi dieksekusi, kami langsung koordinasi dengan tim kuasa hukum lainnya dari Surabaya, mungkin besok (13/7) baru ada (salinan putusan)," ungkapnya, Kamis (12/7/2018).

Baca: Babak Baru Kasus Megapungli TPK Palaran, Kejari Samarinda Eksekusi Terdakwa

Lanjut dia menjelaskan, nanti pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan tim kuasa hukum lainnya, terkait dengan langkah yang akan diambil selanjutnya oleh pihaknya.

Namun, Roy memastikan kliennya tidak akan pergi ke mana-mana.

Saat ini Abun tengah menjalani proses hukum yang ditangani oleh KPK.

"Pak Abun tidak akan ke mana-mana, karena kan saat ini lagi jalani proses hukum juga," ucapnya.

"Nantinya pihak Kejari akan koordinasi dengan KPK, tentang kasus ini, kita juga menunggu," tambahnya.

Bahkan, dia menjelaskan, saat ini kondisi Abun sehat-sehat saja.

Baca: Audy Item Sering Dihujat soal Body Shaming, Iko Uwais: Saya Akan Bela Istri sampai Mati!

"Pak Abun sehat, dia sering olahraga, dan badanya terlihat atletis," tandasnya.

Untuk diketahui, putusan Abun sebelumnya divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Samarinda pada sidang putusan 12 Desember 2017 lalu.

Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Abun hukuman penjara 10 tahun, denda Rp 2 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara.

Terdakwa dianggap melanggar pasal 368 ayat 1 jo pasal 55 KUHP jo UU No 8 Tahun 2010.

Baca: Goa Tham Luang di Thailand Akan Dijadikan Museum dan Destinasi Wisata

Hasil putusan tingkat kasasi Mahkamah (MA) atas kasus Mega Pungli TPK Palaran Samarinda, Heri Susanto alias Abun divonis 6 tahun penjara denda Rp 2 miliar. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved