Usai Ditutup Pemilik RM Tahu Sumedang Sempat Komunikasi dengan Gubernur, Ini Isi Pembicaraannya

(RM) Tahu Sumedang Tahura Bukit Suharto, tepatnya di jalan poros Samarinda - Balikpapan Kilometer 51 Samboja, belakangan menjadi perhatian publik

Usai Ditutup Pemilik RM Tahu Sumedang Sempat Komunikasi dengan Gubernur, Ini Isi Pembicaraannya
TRIBUN KALTIM / ANJAS PRATAMA
Kondisi RM Tahu Sumedang yang kembali tutup per hari Senin (9/7/2018). Pengelola RM saat ini sedang berada di Bogor untuk menyelesaikan persyaratan. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rumah Makan (RM) Tahu Sumedang Tahura Bukit Suharto, tepatnya di jalan poros Samarinda - Balikpapan Kilometer 51 Samboja, belakangan menjadi perhatian publik.

Pasalnya, hanya berselang 4 hari setelah resmi ditutup oleh Dinas Kehutanan Kaltim melalui UPTD Tahura Bukit Suharto pada awal Juli 2018 lalu, RM Tahu Sumedang sudah kembali beroperasi.

Setelah kembali beroperasi, Pemprov Kaltim juga bereaksi dan kembali melakukan penutupan. 

Informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, Jumat (13/7/2018), RM Tahu Sumedang sebenarnya tidak dilarang beroperasi di Tahura Bukit Suharto. Hanya saja, RM Tahu Sumedang harus terlebih dahulu mengantongi perizinan-perizinan yang diperlukan, khususnya dari Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Bogor.

Baca: Spanduk Kekecewaan Kepada Manajemen Persiba Tersebar di Balikpapan

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ketika dikonfirmasi usai mendampingi Menteri Perhubungan di Pelabuhan Samarinda baru-baru ini mengakui bahwa tak lama setelah penutupan pertama, awal Juli 2018 lalu, dia dan pemilik RM Tahu Sumedang berkomunikasi via telepon.

Pembicaraan di telepon ini diduga salah ditafsirkan, dan dijadikan dasar oleh pemilik untuk kembali beroperasi setelah sempat ditutup.

Memang, kata Awang, dalam pembicaraan tersebut dirinya menyampaikan bahwa kerjasama dengan pihak swasta di Tahura Bukit Suharto dimungkinkan. Syaratnya, seluruh perizinan yang dibutuhkan harus dilengkapi. Namun, dia tak mengatakan bahwa RH Tahu Sumedang bisa kembali beroperasi setelah ditutup.

Baca: Leo Seo Won Dinyatakan Bersalah Atas Kasus Pelecehan Seksual, Perannya di Drama Korea Dihentikan

"Saya menjelaskan di telepon. Saya katakan, ada kebijakan Menteri yang memberikan kepada Tahura untuk bekerjasama dengan swasta. Diperbolehkan. Jadi betul dia (pemilik) telepon saya," ujarnya.

Awang juga mengakui bahwa setelah itu, dia menghubungi Kepala UPTD Tahura, Rusmadi, untuk membantu pihak RH Tahu Sumedang dalam pengurusan perizinan yang diperlukan.

Pada prinsipnya, kata Awang, sepanjang seluruh perizinan sudah dilengkapi, Pemprov Kaltim tak melarang RM Tahu Sumedang beroperasi.

Baca: Daging Ilegal dan Ratusan Komoditi Pertanian Asal Malaysia Dibakar

Untuk lokasi apakah akan berubah atau tetap di lokasi semula, Awang menyerahkan sepenuhnya pada hasil kajian yang akan dilakukan oleh pihak-pihak yang memproses perizinan.

"Saya sudah minta dibantu," ujarnya.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved