ORI Kaltim Ungkap Tak Ada Posko Pengaduan PPDB, Orangtua Siswa Kesulitan

"Atas nama Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, kami sampaikan terima kasih," ungkapnya.

ORI Kaltim Ungkap Tak Ada Posko Pengaduan PPDB, Orangtua Siswa Kesulitan
HO
Kusharyanto, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kaltim 

Laporan Wartawan Tribunkaltim Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) daring untuk Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan banyak dikeluhkan para calon orangtua siswa di Balikpapan.

Paling banyak keluhan yang disampaikan terkait dengan minimnya Informasi yang disampaikan oleh panitia penyelenggara, dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik). 

Demikian disampaikan Ketua Ombudsman Republik Indonesia wilayah Kalimantan Timur, Kusharyanto, kepada Tribunkaltim melalui sambungan WhatsApp pada Sabtu (14/7/2018).

"Harusnya Dinas Pendidikan membuat posko pengaduan yang sifatnya cepat tanggap. Ini kan belum ada, paling hanya lewat MKKS saja. Harusnya ada, dibuat semacam grup Sitanggap," ujarnya.

Beberapa calon orangtua murid, melapor ke pihak Ombudsman mempertanyakan persoalan informasi yang banyak belum dipahami dan detail.

Menurut Kushar, pihaknya berterima kasih atas pelaporan calon orangtua siswa kepada Perwakilan Ombudsman RI (ORI) Provinsi Kaltim,

"Atas laporan bapak ibu sekalian, kami telah meminta informasi kepada Ketua MKKS Kota Balikpapan," ungkapnya.

Selain itu, ORI Kaltim pun melakukan penghitungan manual atas hasil PPDB SMA Negeri 1 Kota Balikpapan pada pukul 12.37 Wita seperti apa yang ada dalam sistem daring dengan hasil sebagai berikut.

Pertama, siswa yang diterima berasal dari Jalur Dalam Zonasi berjumlah 344 orang atau 95 persen.

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved