Kualitas Kakao Berau Diakui di Luar Negeri, Mengapa Petani Lokal Kurang Tertarik?

Padahal, jika diolah dengan benar, kakao memiliki nilai jual yang stabil di pasar nasional dan internasional.

Kualitas Kakao Berau Diakui di Luar Negeri, Mengapa Petani Lokal Kurang Tertarik?
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Biji cokelat (kakao) di pasar dunia mencapai 40 USD per kilogram, harga cokelat di pasar dunia juga sangat stabil. Ditambah kualitas cokelat yang dihasilkan dari perkebunan cokelat di Kabupaten Berau cukup bagus. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Meski memiliki potensi pasar yang sangat besar, namun hingga kini tidak banyak petani yang mengembangkan tamanan kakao di Kabupaten Berau.

Minimnya pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola biji cokelat ini, membuat harga komuditas ini menjadi tidak menarik bagi para petani.

Akibatnya, produksi kakao di wilayah ini belum maksimal.

Padahal, jika diolah dengan benar, kakao memiliki nilai jual yang stabil di pasar nasional dan internasional.

Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Berau, Dahniar Ratnawati mengatakan, kemampuan mengolah hasil produksi merupakan faktor terpenting untuk meningkatkan nilai jualnya.

Karena itu, Dahniar mengatakan, perlu pendampingan secara khusus untuk meningkatkan produksi hasil perkebunan, terutama untuk komuditas kakao.

“Memang masih banyak petani belum begitu paham tentang bagaimana cara memaksimalkan hasil perkebunan mereka, agar lebih produktif dan berkembang,” ujarnya, Senin (16/7/2018).

Kakao produksi petani Berau, kata Dahniar memiliki kualitas yang baik.

Hal ini diketahuinya setelah sampel produksi kakao dari daerah ini dikirim ke Italia.

Baca juga:

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved