Piala Dunia 2018

Tos dengan Kylian Mbappe, Begini Kronologi Pussy Riot Masuk Lapangan Final Piala Dunia 2018

Band punk asal Rusia yang juga anti-Vladimir Putin, Pussy Riot, mengklaim pertanggungjawaban atas aksi tersebut.

Tos dengan Kylian Mbappe, Begini Kronologi Pussy Riot Masuk Lapangan Final Piala Dunia 2018
Twitter/@HolyroodLiam
Invasi Pussy Riot di Final Piala Dunia 2018. Tos dengan Kylian Mbappe 

Lantas apa sebenarnya pesan yang mereka ingin sampaikan dari tindakan itu?

Dalam sebuah pernyataan, Pussy Riot menjelaskan bahwa seragam polisi mewakili penangkapan ilegal dan penahanan tahanan politik yang tidak mendasar.

Kelompok tersebut mengutip contoh dari Oleg Sentsov, yang menghadapi 20 tahun penjara karena dianggap melakukan 'konspirasi untuk melakukan tindakan teror' setelah memprotes Penggabungan Krimea ke Federasi Rusia pada tahun 2014.

Tak lama setelah aksi itu terjadi, Pussy Riot, melalui akun Facebook merilis sebuah pernyataan yang berisi lima tuntutan, yakni:

1. Bebaskan semua tahanan politik.

2. Stop memenjarakan orang hanya demi popularitas atau mendapatkan 'likes' di media sosial.

3. Hentikan penangkapan ilegal saat terjadi protes-protes politik.

4. Berikan kesempatan untuk terciptanya persaingan politik yang sehat di Rusia.

5. Jangan mengada-adakan kasus kriminal dan menempatkan orang di penjara tanpa alasan.

6. Ubahlah 'polisi duniawi' menjadi 'polisi surgawi'.

Halaman
123
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved