Kamis, 9 April 2026

Dilema Kembangkan Wisata Balikpapan Bukan Sarana Prasarana

Persoalan mendasar yang dihadapi dalam pengembangan wisata di Kota Balikpapan lebih dititikberatkan dari persoalan sumber daya manusia.

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Dosen Wisata dan Perhotelan Politeknik Balikpapan, Yogiana Mulyani saat dalam Fokus Grup Diskusi DPRD Balikpapan mengenai Pembuatan Rencana Pembangunan Objek Wisata di Hotel Jatra Balikpapan, Selasa (17/7/2018) 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Persoalan mendasar yang dihadapi dalam pengembangan wisata di
Kota Balikpapan lebih dititikberatkan dari persoalan sumber daya manusia.

Hal ini ditegaskan oleh Dosen Wisata dan Perhotelan Politeknik Balikpapan, Yogiana Mulyani saat dalam Fokus Grup Diskusi DPRD Balikpapan mengenai Pembuatan Rencana Pembangunan Objek Wisata di Hotel Jatra Balikpapan, Selasa (17/7/2018).

Ia menjelaskan, Organisasi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di Kota Balikpapan ada sebanyak 8, ternyata yang aktif hanya baru 6 Pokdarwis.

Hal ini terungkap berdasarkan hasil penelitian Politeknik Negeri Balikpapan tahun 2017.

Baca: Pelaku Palu Maut Bertingkah Tidak Wajar Sejak Seminggu Terakhir

"Persoalan dalam pengembangan pariwisata lebih kepada sumber daya manusia. Jadi bukan dalam hal sarana prasarana," katanya. 

Pokdarwis  adalah kelompok yang bergerak secara swadaya artinya pengembangan kepariwisataan yang dilakukan di wilayahnya itu bersumber dari kekuatan sendiri dengan segala potensinya.

Pokdarwis juga harus membangun dirinya secara swakarsa alias menciptakan pengembangan berdasar potensi kreativitas yang mereka miliki karena merekalah yang memiliki kuasa atas pengembangan desa dengan segala sumber daya yang mereka miliki.

"Pembentukan pokdarwis hanya sekadar berkesan paksaan, tidak ada loyalitas yang tinggi," tegasnya.

Baca: Terpuruk, Persiba Balikpapan Harus Segera Berbenah

Karena itu, pemerintah kota termasuk DPRD Balikpapan mesti melihat dari sisi peningkatan kualitas pelaku manusianya, tak harus melulu ke soal infrastruktur wisata.

"Harus diperhatikan sumber daya manusianya. Kalau kembangkan Wisata kita lihat di daerah lain, orang-orangnya yang sadar wisata. Ini yang harus kita majukan," ujar Mulyani.

Ditempat yang sama, Agus Din, Ketua Pokdarwis Wisata Alam Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW), menyatakan, selama ini organisasinya telah melibatkan warga lokal setempat.

Persoalannya, kata dia, memang benar organisasi Pokdarwis HLSW ini tidak sangat aktif progresif namun sifatnya adalah tergantung situasional.

"Ketika ada manfaat pasti warga mau bergerak. Kalau misalnya tidak ada kejelasan ya memang begitu saja tidak aktif," ungkapnya.

Baca: Pemilu 2019, Demokrat Ajukan 5 Calon Incumbent di Perebutan Kursi DPRD Kaltara

Dia pun sepakat, jika pengembangan sumber daya manusia di bidang wisata memang perlu ditingkatkan kualitasnya bisa melalui pendidikan maupun dukungan pendanaan untuk mencari keilmuan yang lebih tinggi.

"Kita lagi berpikir bersama-sama bagaimana caranya tempat wisata kita banyak dikunjungi hingga kita juga punya kegiatan dan punya pekerjaan," ujar Agus

Di saat ada semacam ketertarikan banyak pengunjung pastinya warga juga akan ikut bergerak.

"Kita bersama-sama untuk bagaimana mempromosikan hal ini supaya ada daya tariknya," kata Agus. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved