Opini

Ikhtiar Mendamaikan Perang Dagang Dunia di IMF-WBG Annual Meeting Indonesia 2018

Perang, apapun jenisnya pasti berdampak buruk, termasuk perang dagang yang akan menggoyang perekonomian dan keuangan secara global dan masif.

Ikhtiar Mendamaikan Perang Dagang Dunia di IMF-WBG Annual Meeting Indonesia 2018
Istimewa
Bambang Iswanto 

Dalam kebijakan dagangnya, Amerika Serikat menggunakan jurus mabuk dengan memutuskan hubungan dagang dengan negara-negara yang memposisikan Amerika Serikat dalam neraca defisit. Tiongkok dan Jerman adalah contoh negara besar yang diajak perang oleh Amerika Serikat. Ternyata, bukan saja negara besar seperti Tiongkok  dan Jerman saja yang diajak berperang dan diancam talak hubungan dagang oleh Amerika Serikat, negara-negara seperti Indonesia pun masuk dalam radar perang dagang Amerika Serikat.

Amerika tidak mau mengimpor beberap komoditas dari Indonesia yang tidak menguntungkan neraca perdagangan AS. Negara-negara lain yang diajak perang dagang sepertinya sudah siap meladeni perang dagang ini.

Hal ini tentu saja berdampak buruk bagi stabilitas keuangan global. Istilah perang tentu digunakan untuk menerjemahkan situasi perlawanan habis-habisan antara dua pihak yang bermusuhan, dalam hal ini adalah lawan ekonomi. Perang, apapun jenisnya pasti berdampak buruk, termasuk perang dagang yang akan menggoyang perekonomian dan keuangan secara global dan masif.

Isu yang sedang bergulir ini momentumnya kemungkinan besar masih beririsan dengan Annual Meetings 2018 di Indonesia. Indonesia memiliki kesempatan untuk menciptakan sejarah menjadi penengah dan juru damai bagi perang dagang seluruh dunia.

Jika berhasil, maka Indonesia tercatat dalam sejarah sebagai negara yang melahirkan perdamaian di bidang ekonomi dan akan menjadi catatan sejarah monumental. Bukan tidak mungkin nanti akan lahir nama-nama kesepakatan yang akan selalu dikenang dalam sejarah dunia keuangan dan ekonomi seperti “Kesepakatan Bali 2018” atau apa pun namanya, di situ ada nama Indonesia.

Semoga semua manfaat itu bisa tercapai, sebanding dengan ratusan milyar yang telah dikeluarkan.[]

*) Penulis Adalah Doktor Ekonomi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Samarinda

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved