Pesan Teror Balas Dendam Anggota Begal Ancam Warga, Polisi Pastikan Hoax!
Pesan siaran atau kerap disebut broadcast di media sosial hampir setiap hari berseliweran.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
Laporan wartawan TribunKaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pesan siaran atau kerap disebut broadcast di media sosial hampir setiap hari berseliweran.
Ia tak terbendung, lantaran hampir sebagian besar masyarakat memiliki kemampuan melakukan hal tersebut.
Bila pesan yang disiarkan fakta atau resmi, tak masalah.
Bagaimana kalau berisi informasi hoax (hoaks)? Seperti pesan siaran yang berhembus, Sabtu (21/7/2018) sejak pagi.
Di beberapa grup WhatsApp, tersebar informasi yang isinya pihak kepolisian akan melakukan razia besar di seluruh Indonesia.
Baca: Menang Besar dari Persegres, Persiba Diminta Jangan Jumawa
Bahkan razia tersebut dilakukan mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek.
Kelompok pembegal ingin balas dendam kepada masyarakat yang acap kali main hakim sendiri, bila menangkap pelaku bagal di jalanan. Ancaman pembacokan tertulis dalam pesan tersebut.
Dalam pesan tersebut juga mengimbau agar warga tak melakukan aktivitas di luar rumah selepas pukul 22.00 Wita hingga dini hari.
Bahkan salah satu Polsek dilempari kertas yang tulisannya berbunyi, "Nyawa harus dibayar dengan nyawa dan kami akan bertumbuh menjadi Besar"
Pesan siaran yang tersebar di media sosial tersebut mengatasnamakan institusi kepolisian; Humas Mabes Polri.
Saat dikonfirmasi TribunKaltim.co, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengatakan pesan siaran tersebut hoax alias kabar bohong.
Baca: Sejak Daging Beku Impor Masuk, Jumlah Sapi yang Dipotong di RPH Turun Drastis
Pihaknya juga telah menerima pesan serupa sejak tadi pagi. Banyak pihak yang juga mengonfirmasi kebenaran akan informasi tersebut.
"Hoax itu, tak mungkin Polri menyiarkan pesan broadcast seperti itu," kata Ade saat dihubungi melalui saluran telepon, Sabtu (21/7/2018).
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tak terpengaruh dengan adanya kabar bohong tersebut.
Ade meminta agar warga melakukan aktivitas seperti biasa.
Tak ada teror balas dendam dari anggota begal, maupun kepolisian yang bakal melakukan razia besar-besaran.
Baca: Diciptakan Sejak 2015, Lesti Siap Rilis Lagu Purnama
"Aktivitas seperti biasa. Tapi memang bila tak ada kepentingan mendesak, sebaiknya tak melakukan aktivitas pada tengah malam," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/hoax_20180518_133048.jpg)