Mancanegara

Akhiri Kontroversi, Pemerintah Hapuskan Pajak Pembalut

Keputusan ini adalah bagian dari pemangkasan pajak untuk sejumlah komoditas di bawah undang-undang baru pajak barang dan jasa.

Akhiri Kontroversi, Pemerintah Hapuskan Pajak Pembalut
Stanly/Otomania
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, NEW DELHI - Pemerintah India, Sabtu (20/7) memutuskan untuk mencabut pajak 12 persen untuk berbagai produk kesehatan perempuan.

Keputusan ini menjadi sebuah kemenangan bagi kelompok-kelompok yang mengampenyekan pencabutan pajak kontroversial ini sejak satu tahun lalu.

"Para perempuan India akan sangat gembira mendengar pencabutan pajak produk-produk kesehatan perempuan ini," kata penjabat Menteri Keuangan India Piyush Goyal.

Keputusan ini adalah bagian dari pemangkasan pajak untuk sejumlah komoditas di bawah undang-undang baru pajak barang dan jasa.

Undang-undang yang diterbitkan pada Juli tahun lalu ini membuat untuk pertama kalinya dalam sejarah seluruh 29 negara bagian India berada di bawah satu sistem perpajakan yang sama. Awalnya, barang-barang yang dikenai pajak berbeda di setiap negara bagian yang berimbas pada lambatnya pergerakan barang antaregara bagian.

Kini semua barang yang dijual di India dikenai pajak yang sama, dibagi dalam lima jenis pajak mulai dari nol hingga 28 persen. Namun, alat-alat kesehatan perempuan, seperti pembalut yang harganya antara Rp 1.000 hingga Rp 2.500 per buah dikenai pajak 12 persen.

Keputusan ini memicu protes kelompok pembela hak-hak perempuan dan anggota parlemen India Sushmita Dev mengajukan petisi penolakan yang ditandatangani 400.000 orang. Pada Sabtu lalu, lewat akun Twitter-nya, Dev mengucapkan terima kasih kepada mereka yang mendukung upaya mencabut pajak pembalut ini.

Dia juga mengkritik pemerintah yang membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk mencabut pajak kontroversial itu. "Amat jelas pemerintah mencoba menggunakan berbagai argumen untuk menunda pencabutan ini," ujar Dev.

Sejumlah organisasi advokasi juga menentang penerapan pajak ini dengan berbagai cara termasuk kampanye online #LahuKaLagaan atau pajak atas darah. Kampanye online ini diprakarsai sebuah organisasi bernama SheSays.

Keputusan pencabutan pajak kontroversial ini disambut hangat warga yang menumpahkan pendapat mereka lewat media sosial.

Meski tanpa pajak, berbagai produk kesehatan perempuan masih sulit dijangkau sebagia besar warga India, terutama di kawasan pedesaan.

Para perempuan desa di India masih banyak yang menggunakan kain bekas, daun bahkan serbuk gergaji sebagai pengganti pembalut.

Minimnya sarana yang terkait kesehatan dan sanitasi perempuan ini menjadi penyebab banyaknya perempuan India yang putus sekolah dan memiliki produktivitas rendah di tempat kerja.

Menurut Survei Kesehatan Keluarga Nasional India, lebih dari 40 persen perempuan Idnia berusia 15-24 tahun tidak memiliki akses terhadap produk-produk kewanitaan yang terkait masa menstruasi mereka. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah India Akhirnya Cabut Pajak Pembalut Perempuan", https://internasional.kompas.com/read/2018/07/23/13354651/pemerintah-india-akhirnya-cabut-pajak-pembalut-perempuan.

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved