Jendela dan Pena; Band Indie Kaltim Ini Hanyutkan Penggemarnya di Samarinda

Mini panggung tempat mereka mendendangkan lagu demi lagu sengaja di sett bagai ruang tamu. Ada sofa, meja kecil, buku, dan jendela.

Jendela dan Pena; Band Indie Kaltim Ini Hanyutkan Penggemarnya di Samarinda
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Jendela dan Pena saat berkolaborasi dengan salah satu musisi Samarinda, Sigit Prabhu menyanyikan lagu Sedetik Saja di Panggung Rilis Mini Album ALINEA PERTAMA, Minggu (22/7/2018) di di YOU SPACE Jalan Gamelan, Samarinda, Kalimantan Timur. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Band Indie Lokal Samarinda, Jendela dan Pena menyajikan Panggung Rilis Mini Album ALINEA PERTAMA, Minggu (22/7/2018) di di YOU SPACE Jalan Gamelan, Samarinda, Kalimantan Timur.

Band indie yang diawaki 3 personel, Dako Chandra sebagai violin, Boo Rusbindranata pada gitar dan Vaud Ruddini selaku vokalis, sukses menghanyutkan para penikmat musik di kota tepian.

Mini panggung tempat mereka mendendangkan lagu demi lagu sengaja di sett bagai ruang tamu. Ada sofa, meja kecil, buku, dan jendela.

Baca: Kesiangan, Pasangan Mesum Dipindahkan ke Polresta Samarinda

"Sengaja kami sett tempat ini seperti rumah. Ya, karena kami sering latihan di rumah saudara Chandra (Violin). Ini yang kita bawa, semoga rekan-rekan berasa seperti di rumah sendiri," kata Vaud, vokalis Jendela dan Pena.

Para penikmat musik duduk lesehan di lantai.

Menikmati alunan musik band bergenre folk romantic ini. Tak ada keriuhan yang tercipta, kecuali tepuk tangan usai mereka menyudahi lagu.

Selama pertunjukkan musik berlangsung mata para penonton fokus tertuju ke arah panggung.

Hanya gerak kecil seperti memainkan kaki mengikuti tempo musik, leher yang bergoyang, bahkan ada yang bersandar mesra di samping pasangan sambil tangan saling menggenggam.

"Teruntuk tuan dan Puan. Kisah ini adalah awal dari sebuah perjalanan yang akan menjadi pengantar sederhana untuk kalian memaknai syair dan kata-katanya," tuturnya.

Tak hanya mendendangkan lagu-lagu mereka, Serpihan, Bocah Kecil, Ada, Untuk Kita, Naung Hutan Hujan dan Senyum yang Kurindu.

Baca: 6 Bulan Dokter PTT Belum Gajian, Ini Alasan Dinkes PPU

Ketiga personel yang merupakan alumnus Teater Yupa Unmul ini, juga berkolaborasi dengan sejumlah musisi dan sastrawan di Samarinda.

"Alinea pertama ini jadi langkah awal. Mari sama-sama menanti alinea berikutnya," tutup Vaud.

Salah satu penonton, Valensia mengatakan grup band ini bukan seperti grup musik kebanyakan. Ada rasa yang lain saat mereka hadir di tengah di kalangan pecinta musik indie Samarinda.

"Mereka orang-orang yang sederhana. Cukup dengan gitar, biola dan keramahan, mereka mampu membuat kita semua hanyut lewat lagu-lagunya. Sukses terus, kak," tuturnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved