Balikpapan Diet Kantong Plastik

Setiap Bulan Ritel Modern Balikpapan Beri 49 Ton Kantong Plastik, Sekarang Begini Kondisinya

Pihaknya beberapa hari yang lalu telah melakukan perhitungan terhadap penggunaan kantong plastik di ritel modern.

Setiap Bulan Ritel Modern Balikpapan Beri 49 Ton Kantong Plastik, Sekarang Begini Kondisinya
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Sisa sampah plastik cemari pinggir pantai kampung nelayan Tanjung Kelor, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, saat menyulam jala ikan pada Sabtu (21/7/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Penerapan Peraturan Walikota (Perwali) mengenai larangan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan ritel modern Kota Balikpapan memberikan dampak bagi pengurangan penggunaan kantong plastik sebanyak 49 ton per bulan.

Demikian diungkapkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Suryanto saat berbincang dengan Tribunkaltim di Aula Rumah Dinas Wakil Walikota Balikpapan, Jl Brigjen Ery Suparjan, Klandasan Ulu, Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim, Senin (23/7/2018) pagi.

Pihaknya beberapa hari yang lalu telah melakukan perhitungan terhadap penggunaan kantong plastik di ritel modern.

Baca: Jendela dan Pena; Band Indie Kaltim Ini Hanyutkan Penggemarnya di Samarinda

"Kami sudah hitung-hitung ke ritel modern di Balikpapan, hasilnya banyak," katanya.

Sebelum ada penerapan peraturan Perwali Nomor 8 tahun 2018 bahwa setiap ritel modern memakai atau memberikan kantong plastik belanja ke konsumen sebanyak 49 ton per bulan.

Artinya dengan adanya pelarangan penggunaan kantong plastik maka ada penghentian penggunaan 49 ton kantong plastik per bulan di Kota Balikpapan.

"Kami hitung ada 123 ritel modern menengah dan 13 ritel modern besar di Balikpapan ternyata total seluruhnya ada 49 ton kantong plastik per bulan. Kita kurangi berarti kita bisa kurangi kantong plastik sebanyak 49 ton per bulan," ungkapnya.

Baca: Kesiangan, Pasangan Mesum Dipindahkan ke Polresta Samarinda

Dia menjelaskan, persolan yang sekarang dihadapi ini ialah penggunaan kantong plastik di kawasan pasar basah atau tradisional di Balikpapan yang dianggap lebih besar ketimbang di ritel modern.

"Pasar tradisional lebih banyak penggunaan kantong plastiknya, dibandingkan dengan pusat ritel modern," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved