Gatot Nurmantyo Menyadari Secara Logika Politik Peluang Dirinya Jadi Calon Presiden Tertutup

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo merasa peluangnya tertutup untuk bisa maju dalam Pilpres 2019.

Gatot Nurmantyo Menyadari Secara Logika Politik Peluang Dirinya Jadi Calon Presiden Tertutup
Kompas.com/Kristian Erdianto
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA-- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo merasa peluangnya tertutup untuk bisa maju dalam Pilpres 2019.

Hal itu berdasarkan dinamika terakhir menjelang pendaftaran calon presiden-calon wakil presiden. Gatot mengatakan, peta politik terkini, hampir semua partai politik mengusung calon capres dan wapres pilihannya.

Di sisi lain, ada syarat ambang batas pencalonan presiden, yakni parpol atau gabungan parpol harus mengantongi 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional untuk bisa mengusung pasangan capres-cawapres pada 2019.

"Jadi semuanya penuh. Padahal syarat calon presiden adalah PT-nya 20 persen," ujar Gatot di JCC, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018), seperti dikutip Tribunnews.com.

panglima TNI Gatot Nurmantyo
panglima TNI Gatot Nurmantyo ()

Baca: Komentari Prabowo dan Jokowi, Tommy Soeharto Sebut Gatot Nurmantyo Capres yang Belum Punya Kendaraan

Baca: Bawa Isu Primordial, Mahfud MD Kritik Kampanye Gatot Nurmantyo di Sumatra Utara

Baca: Heboh Foto Gatot Nurmantyo Mencium Tangan SBY, Begini Pengakuan Mantan Panglima TNI Ini

"Secara logika politik kan enggak ada peluang gitu loh, bener kan? Tapi semuanya masih cair, saya menggunakan logika, keyakinan saya, iman saya bahwa takdir pasti akan datang. Untuk siapanya enggak tahu, kita tunggu," tambah Gatot.

Adapun soal peluang dirinya menjadi cawapres bagi Prabowo Subianto, Gatot mengaku belum bisa dipastikan.

"Memang dikatakan dekat (dengan Prabowo), tapi sebenarnya belum ada yang pasti," ujar Gatot.

Hingga saat ini, koalisi pendukung Prabowo belum memutuskan siapa cawapresnya. Namun, masing-masing parpol menyodorkan kadernya untuk dipilih.

PKS menyodorkan Ahmad Heryawan dan Salim Segaf Al Jufri. PAN ingin agar Ketua Umumnya Zulkifli Hasan jadi cawapres.

Begitu pula dengan Demokrat yang ingin Agus Harimurti Yudhoyono bisa berduet dengan Prabowo. Belum ada peluang untuk membentuk poros baru di luar koalisi Jokowi dan Prabowo.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Secara Logika Politik, Gatot Nurmantyo Merasa Tak Ada Peluang Maju Pilpres 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/07/24/16260391/secara-logika-politik-gatot-nurmantyo-merasa-tak-ada-peluang-maju-pilpres.

Editor : Sandro Gatra

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved