Polisi Hentikan Motor Dikendarai Tiga Orang, Ternyata Satunya Jenazah

Muncul video anggota Satlantas hentikan sebuah motor dikendarai tiga orang, ternyata setelah distop satu di antara penumpang sudah meninggal.

Polisi Hentikan Motor Dikendarai Tiga Orang, Ternyata Satunya Jenazah
tribunjambi.com
Polisi menyetop pengendara motor berboncengan tiga orang di Tanjung Jabung, Jambi. Akhirnya polisi mengantarkan jenazah tersebut sampai ke rumah duka. 


TRIBUNKALTIM.CO, JAMBI- - Sebuah video yang memperlihatkan anggota Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim),  Jambi menghentikan pengendara motor baru-baru ini menjadi viral di media sosial.

Terlihat dalam video, personel kepolisian yang tengah berpatroli menggunakan mobil memberhentikan pengendara sepeda motor yang tengah melintas di jalanan yang sepi.

Polisi menghentikan pengendara tersebut karena berbonceng tiga. Namun yang menjadi sorotan warganet adalah bahwa satu dari tiga orang tersebut ternyata seorang mayat.

Melansir Tribun Jambi, peristiwa itu terjadi pada Senin (23/7) sekira pukul 11.00 WIB, di ruas Jalan Desa Pandan Lagan Kecamatan Geragai Tanjung Jabung Timur.

Polisi menyetop pengendara motor berboncengan tiga orang di Tanjung Jabung, Jambi. Akhirnya polisi mengantarkan jenazah tersebut sampai ke rumah duka.
Polisi menyetop pengendara motor berboncengan tiga orang di Tanjung Jabung, Jambi. Akhirnya polisi mengantarkan jenazah tersebut sampai ke rumah duka. (tribunjambi.com)

Baca: Kenakan Modifikasi Helm Bentuk Unik, Pengendara Motor Ini Bikin Polisi Penasaran

Baca: Penetapan Paslon Terpilih Pilgub Kaltim, Polisi Sudah Siaga Sejak Pukul 10 Pagi

Baca: Pria di Samarinda Serahkan Sendiri Narkoba di Kantong Celananya ke Polisi

Saat itu, H Madek diketahui hendak diantar pulang oleh keluarganya setelah beberapa hari mengahadiri keponakan di Simpang Kiri desa Pematang Rahim, kecamatan Mendahara Ulu.

Camat Mendahara Ulu Sarjuna Saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, pada selasa (24/7) menyebutkan, almarhum merupakan warga Kampung Laut yang datang ke Desa Pematang Rahim dalam mengahadiri pernikahan keponakanya.

"Kurang lebih almarhum itu sudah tiga minggu di Simpang Kiri, sampailah kemarin minta diantar pulang ke rumahnya. Diantarlah sama keponakanya yang bernama Syarifuddin dibonceng menggunakan sepeda motor dan dibelakanya diringi keluarganya yang lain juga pakai sepeda motor," kata Sarjuna.

Polisi di Tanjung Jabung Timur melakukan patroli, menemukan satu motor dikendarai tiga orang. Tenyata satu di antara pengendara motor itu sudah meninggal dunia. Jenazah akhirnya dinaikkan di mobil Polisi diantara ke rumah duka.
Polisi di Tanjung Jabung Timur melakukan patroli, menemukan satu motor dikendarai tiga orang. Tenyata satu di antara pengendara motor itu sudah meninggal dunia. Jenazah akhirnya dinaikkan di mobil Polisi diantara ke rumah duka. (tribunjambi.com)

Lanjut Sarjuna, Setelah melewati Simpang Garuda Kecamatan Sabak Barat, Almarhum H Madek terasa mau kencing, lalu keponakannya berhenti di rumah warga yang ada di pinggir jalan untuk menumpang buang air kecil.

"Setelah buang air kecil, ternyata kondisi H Madek lemas di rumah warga tersebut, sehingga keluarga yang mengantarnya pulang memutuskan untuk membonceng tiga H Madek dengan posisi almarhum diapit di tengah-tengah," ujar Camat.

Setelah 15 menit melanjutkan perjalanan ternyata H Madek menghembuskan napas terakhirnya di atas sepeda motor.

Baca: Bule Cantik Ini Mengaku Cinta Pulau Jawa, Lalu Cari Pria yang Menolongnya Saat Tersesat di Yogya

Baca: Dramatis, Mantan Penyelam AL Thailand Tewas dalam Upaya Menolong 13 Orang yang Terjebak dalam Gua

Baca: Ibu Tertembak 5 Kali Demi Lindungi Anak-anaknya, tapi Tak Ada yang Mau Menolong, Simak Endingnya

Halaman
12
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved