Sedang Banyak Diminati, Seberapa Efektif Diet Keto? Berikut Hasil Risetnya

Tingginya peminat diet keto, menerapkan pola konsumsi tinggi lemak namun rendah karbohidrat, lalu seberapa efektifkah?

Sedang Banyak Diminati, Seberapa Efektif Diet Keto? Berikut Hasil Risetnya
Via Healthline
Ilustrasi Pola Makan Diet Keto 

Selama tiga bulan, yang setara dengan sembilan tahun masa manusia, John Speakman dari University of Aberdeen selaku pemimpin riset mempelajari bagaimana tikus merespon 30 pola diet yang berbeda.

Pola diet diberi variasi dalam hal kandungan lemak dan karbohidratnya.

Makanan tersebut disediakan untuk para hewan, sehigga mereka bisa makan kapan pun mereka suka dan sebanyak yang mereka inginkan.

Pada akhir tiga bulan masa riset, Speakman menemukan tikus yang diberi 50 hingga 60 persen makanan tinggi lemak memiliki berat badan tertinggi.

Ketika periset melihat struktur otak subjek penelitian, kata Speakman, peneliti menemukan gen yang mengontrol respon terhadap aktivitas menyenangkan seperti makan atau seks.

Gen tersebut diaktifkan ketika tikus mengonsumsi makanan tinggi lemak.

Namun, tidak ada stimulasi pada gen tersebut ketika tikus mengonsumsi makanan rendah karbohidrat.

Hasil riset ini memecah asumsi bahwa konsumsi lemak bisa membuat kenyang, membantu mengonsumsi lebih sedikit kalori secara keseluruhan.

Menurut Speakman, diet tinggi lemak justru memicu tikus untuk mengonsumsi lebih banyak kalori.

Menariknya, peneliti menemukan tikus yang menerapkan diet yang terdiri dari 80 persen lemak mengalami kenaikan bobot lebih rendah 15 persen daripada tikus yang menerapkan 50 hingga 60 persen diet lemak.

Halaman
1234
Editor: Ayuk Fitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved