Alasan Keamanan, Rekonstruksi Pembunuhan Driver Taksi Online Dipindah ke Halaman Mapolres Balikpapan

rekonstruksi pembunuhan driver taksi online digelar di Halaman Mapolres Balikpapan. Kasus pembunuhan yang menghentak publik Balikpapan

Alasan Keamanan, Rekonstruksi Pembunuhan Driver Taksi Online Dipindah ke Halaman Mapolres Balikpapan
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Salah satu adegan rekonstruksi pembunuhan driver taksi online yang diperagakan tersangka, Darmadi alias Anca di halaman Mapolres Balikpapan, Rabu (25/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rabu (25/7/2018) rekonstruksi pembunuhan driver taksi online digelar di Halaman Mapolres Balikpapan. Kasus pembunuhan yang menghentak publik Balikpapan pada Juni 2018 silam tersebut terus bergulir.

Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Makhfud Hidayat, rekonstruksi awalnya mau dilangsungkan di Jalan Prona Balikpapan Selatan, lokasi pembunuhan terjadi. Namun digeser ke Mapolres lantaran pertimbangan keamanan.

"Demi keamanan kami lakukan rekonstruksi di Mapolres. Kami juga sudah koordinasi dengan kejaksaan," kata Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra di sela rekonstruksi.

Baca: Razia di Hotel dan Terminal, Ini yang Ditemukan Personel Sabhara Polres Samarinda

Tersangka Darmadi alias Anca mengenakan baju tahanan berwarna oranye memeragakan kejadian saat ia menghabisi nyawa korbannya. Tanpa banyak bicara. Tatapannya dingin dan kosong. Matanya merah. Ia mengikuti setiap instruksi yang diberikan penyidik Polres Balikpapan.

"Total ada 62 adegan yang dilaksanakan mulai dari permulaan sampai dengan pelarian tersangka," ungkapnya.

Tampak pada adegan rekonstruksi bagaimana tersangka berbuat sadis pada korban.

Baca: Najwa Shihab Temukan Alat Olahraga di Ruangan Mantan Presiden PKS dan Barang Mewah di Sel OC Kaligis

Pada adegan 27 dalam rekonstruksi tersebut tergambar, korban tak berdaya.

Ia tewas seketika.

Saat ditanya, apakah ada fakta baru yang didapat dalam proses penyidikan, Wiwin menyebut masih sama seperti sebelumnya. Motifnya masih lantaran sakit hati, direndahkan korban saat berada di dalam mobil.

Baca: Tangani Perkara Travel Umrah ATM, Polda Kaltim Bentuk 2 Tim Khusus

"Kita tunggu kelengkapan berkas perkara, baru koordinasi dengan kejaksaan. Kalau mereka menyatakan lengkap, barang bukti dan tersangka akan kita kirim," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved